Pasar Senggol Kuripan Pekalongan Jadi Destinasi Wisata Warga

Magang • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:31 WIB
HARGA TERJANGKAU : Pasar Senggol di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, khusus  menjajakan beragam barang bekas, ikan hias, unggas, hingga aneka satwa peliharaan dengan harga terjangkau. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
HARGA TERJANGKAU : Pasar Senggol di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, khusus menjajakan beragam barang bekas, ikan hias, unggas, hingga aneka satwa peliharaan dengan harga terjangkau. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pengelola Pasar Senggol Kuripan mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu pasar tradisional yang unik di Kota Pekalongan. Bahkan jadi destinasi wisata belanja bagi warga. 

Pasar di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan ini, digelar setiap Jumat.

Khusus menjajakan beragam barang bekas, ikan hias, unggas, hingga aneka satwa peliharaan dengan harga terjangkau.

Ini berbeda dengan pasar tradisional lainnya yang didominasi dengan barang kebutuhan pokok.

Keunikan Pasar Senggol ini tetap bertahan dari masa ke masa, bahkan menjadi destinasi favorit masyarakat setiap akhir pekan.

WISATA BELANJA : Pasar Senggol di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, khusus  menjajakan beragam barang bekas, ikan hias, unggas, hingga aneka satwa peliharaan dengan harga terjangkau. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
WISATA BELANJA : Pasar Senggol di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, khusus menjajakan beragam barang bekas, ikan hias, unggas, hingga aneka satwa peliharaan dengan harga terjangkau. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

Keramaian paling terasa di area pasar loak. Berbagai barang bekas, mulai dari onderdil sepeda motor, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan elektronik, ditawarkan dengan harga relatif murah. Pembeli bebas menawar harga sehingga suasana transaksi berlangsung lebih hidup.

Salah seorang pembeli, Nur Khasani, 23, mengaku rutin mengunjungi Pasar Senggol ketika membutuhkan suku cadang kendaraan.

"Kalau butuh onderdil motor, saya biasa mencari ke Pasar Senggol, pilihannya banyak dan harganya lebih terjangkau. Kebetulan hari Jumat juga menjadi waktu libur, sekalian mencari kebutuhan lainnya," ujarnya.

Selain pasar loak, kawasan bursa burung tak kalah menarik. Puluhan pecinta burung berkumpul untuk bertukar pengalaman, hingga menikmati suara burung berkicau.

Suasana tersebut menjadikan pasar tidak hanya sebagai tempat jual beli, tetapi juga ruang berkumpul bagi komunitas penghobi burung.

Salah seorang pecinta burung, Yusuf, 18, mengaku dirinya sering datang untuk melihat koleksi burung milik para penghobi lain.

"Saya memang suka burung. Di rumah juga punya, tapi tidak selalu saya bawa ke sini. Biasanya saya datang untuk melihat burung yang suaranya bagus atau sedang gacor sambil bertemu teman-teman sesama pecinta burung," katanya.

Keberadaan Pasar Senggol Kuripan tidak hanya menggerakkan roda perekonomian pedagang kecil, tetapi juga menjadi bagian dari identitas Kota Pekalongan.

Perpaduan antara pasar loak, bursa satwa, dan ruang berkumpul komunitas membuat pasar ini tetap diminati masyarakat di tengah berkembangnya pusat perbelanjaan modern. (moch.falahuddin/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
belanja barang bekas kota pekalongan pasar kuripan