METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat kualitas kepemimpinan di dunia pendidikan. Setelah melantik delapan kepala sekolah definitif, Pemkot kini juga tengah memproses seleksi terhadap 13 calon kepala sekolah lainnya untuk mengisi jabatan yang masih kosong dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan 14 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan oleh Walikota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (6/8/2026). Selain kepala sekolah, pelantikan juga mencakup pejabat fungsional di bidang kesehatan dan kebencanaan.
Wali Kota Aaf menjelaskan, pengisian jabatan kepala sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah mengingat masih terdapat sejumlah sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Menurutnya, keberadaan kepala sekolah definitif akan memperkuat tata kelola sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Baca Juga: Polres Pemalang Sinergikan Stakeholder Cegah Karhutla
"Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Harapannya kekosongan jabatan di sekolah dapat segera terisi sehingga target kita untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan bisa tercapai," ujar Aaf.
"Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Harapannya kekosongan jabatan di sekolah dapat segera terisi sehingga target kita untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan bisa tercapai," ujar Aaf.
Ia menambahkan, pengangkatan kepala sekolah saat ini harus melalui mekanisme seleksi sesuai kebijakan terbaru dari pemerintah pusat sehingga seluruh proses dilakukan secara bertahap dan mengikuti regulasi yang berlaku.
Selain memastikan kepemimpinan sekolah semakin kuat, Aaf juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan kepala sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi perkembangan anak.
Baca Juga: APBD Perubahan 2026 Prioritaskan Jalan dan Mobil Damkar
"Komunikasi yang intensif antara kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan orang tua dapat membantu mengembangkan potensi siswa sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik sejak dini. Dengan kolaborasi tersebut, kualitas pendidikan di Kota Pekalongan diharapkan semakin meningkat," tegasnya.
"Komunikasi yang intensif antara kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan orang tua dapat membantu mengembangkan potensi siswa sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik sejak dini. Dengan kolaborasi tersebut, kualitas pendidikan di Kota Pekalongan diharapkan semakin meningkat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Pekalongan Rusmani Budiharjo (Didik) mengatakan pelantikan kali ini meliputi delapan kepala sekolah, tiga pejabat fungsional administrator kesehatan di Dinas Kesehatan, serta tiga pejabat fungsional analis kebencanaan di BPBD.
Menurutnya, rotasi kepala sekolah dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan organisasi sekaligus pemerataan kepemimpinan di satuan pendidikan.
"Setelah rotasi dilakukan, sejumlah jabatan kepala sekolah yang masih kosong akan diisi melalui mekanisme seleksi calon kepala sekolah sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memfasilitasi proses seleksi bagi 13 calon kepala sekolah," jelasnya.
Baca Juga: Career Expo 2026, BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Perusahaan Peduli Pekerja
Adapun delapan kepala sekolah yang dilantik yakni Sukardi sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan, Qurratiani sebagai Kepala SMP Negeri 8, Yeti Eka Erawati sebagai Kepala SMP Negeri 7, Dwiani Arbiyanti sebagai Kepala SMP Negeri 17, Suwartini sebagai Kepala SD Negeri Keputran 6, Sri Hartanti sebagai Kepala SD Negeri Poncol 1, Yeni Fisnani sebagai Kepala SD Negeri Poncol 2, serta Inggit Prasetio Utami sebagai Kepala SD Negeri Panjang Wetan 1.
Adapun delapan kepala sekolah yang dilantik yakni Sukardi sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan, Qurratiani sebagai Kepala SMP Negeri 8, Yeti Eka Erawati sebagai Kepala SMP Negeri 7, Dwiani Arbiyanti sebagai Kepala SMP Negeri 17, Suwartini sebagai Kepala SD Negeri Keputran 6, Sri Hartanti sebagai Kepala SD Negeri Poncol 1, Yeni Fisnani sebagai Kepala SD Negeri Poncol 2, serta Inggit Prasetio Utami sebagai Kepala SD Negeri Panjang Wetan 1.
Selain itu, turut dilantik tiga Administrator Kesehatan di Dinas Kesehatan, yakni Samsiyah Ratnawati, Hendra Adi Prasetya, dan Citra Hanwaring Puri. Sementara tiga pejabat Analis Kebencanaan BPBD yang dikukuhkan melalui mekanisme penyesuaian atau inpassing adalah A. Syaifudin Abdul Jabar, Pipin Widyawati, dan Wahyu Indriastuti.
Melalui pengisian jabatan definitif dan proses seleksi yang masih berjalan, Pemkot Pekalongan, sebut Didik, berharap seluruh sekolah segera memiliki pemimpin yang kompeten sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperkuat manajemen sekolah, serta memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com