METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Adu strategi di arena Mobile Legends menjadi cara berbeda Polsek Pekalongan Timur mendekatkan diri dengan generasi muda.
Bukan sekadar mencari tim terbaik, kompetisi bagi pelajar SMP tersebut juga diarahkan untuk menanamkan sportivitas, kerja sama tim dan sikap saling menghargai sebagai bekal membangun generasi anti bullying.
Lomba Mobile Legends digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 di Aula Polsek Pekalongan Timur, Jalan Bandung No. 2, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Sabtu (15/8/2026).
Para pelajar dari tingkat SMP di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur mengikuti pertandingan dengan membawa strategi masing-masing.
Di balik layar ponsel dan komunikasi antarpemain, mereka dituntut mampu mengambil keputusan, membangun koordinasi serta menjaga kekompakan tim.
Baca Juga: Serunya Pacu Adrenalin Naik Speedboat di Ujungnegoro
Suasana pertandingan pun berlangsung meriah. Setiap tim beradu taktik untuk menguasai permainan, sementara dukungan dan komunikasi menjadi bagian penting untuk mencapai kemenangan.
Suasana pertandingan pun berlangsung meriah. Setiap tim beradu taktik untuk menguasai permainan, sementara dukungan dan komunikasi menjadi bagian penting untuk mencapai kemenangan.
Bagi kepolisian, permainan digital yang begitu dekat dengan kehidupan pelajar dapat diarahkan menjadi ruang interaksi yang positif.
Kompetisi menjadi media untuk mempertemukan para siswa dalam suasana yang sehat, sekaligus menyisipkan pesan tentang pentingnya menghormati lawan.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, lomba juga menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat sekaligus belajar menghadapi kompetisi dengan cara yang sehat.
Baca Juga: Dishub Pekalongan Periksa Jukir Viral Serang Pengendara
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pelajar untuk berkompetisi secara sehat. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka belajar bekerja sama, menjunjung sportivitas, dan sikap saling menghargai,” ujar Iptu Purno.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pelajar untuk berkompetisi secara sehat. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka belajar bekerja sama, menjunjung sportivitas, dan sikap saling menghargai,” ujar Iptu Purno.
Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan generasi muda yang tidak dapat dipisahkan dari teknologi dan permainan digital.
Menurut kepolisian, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.
“Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif. Kami berharap para pelajar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap menjadikan pendidikan, prestasi, serta semangat kebersamaan sebagai identitas bangsa,” imbuhnya.
Dari kompetisi tersebut, nilai kerja sama menjadi salah satu hal yang paling terlihat. Setiap pemain tidak bisa berdiri sendiri. Mereka harus berkomunikasi, memahami peran masing-masing dan saling mendukung ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan.
Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan bekerja dalam tim, menghargai perbedaan dan tidak merendahkan orang lain dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat.
Dari arena Mobile Legends, pesan yang dibawa pun lebih luas: kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Ada sportivitas yang harus dijaga, kerja sama yang perlu dibangun dan lawan yang tetap harus dihargai.
Baca Juga: APBD 2027 Kota Pekalongan Fokus Pendidikan hingga Olahraga
Polres Pekalongan Kota mengajak para pelajar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk terus berprestasi, membangun karakter positif dan menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, toleran serta bebas dari perundungan.
Polres Pekalongan Kota mengajak para pelajar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk terus berprestasi, membangun karakter positif dan menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, toleran serta bebas dari perundungan.
Dengan pendekatan tersebut, permainan digital tidak berhenti sebagai hiburan. Ia dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami arti kekompakan, menghargai sesama dan berkompetisi tanpa harus menjatuhkan orang lain.
Setelah pertandingan berakhir, Kapolsek Pekalongan Timur menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada peserta yang berhasil meraih juara.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri kepada kalangan pelajar.
"Ini salah satu acara kami, tidak hanya penegakan hukum, juga membangun komunikasi melalui aktivitas yang memang dekat dengan dunia anak muda," tandasnya.(han)
Sumber : metropekalongan.com