METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Rumah milik M. Zamroni di Banyurip Ageng RT 03 RW 05, Kelurahan Banyurip, Kota Pekalongan, terbakar pada Kamis (3/9/2026) pagi. Kebakaran diduga bermula dari telepon seluler (HP) yang sedang diisi daya di atas tumpukan buku.
Peristiwa itu terjadi ketika rumah dalam kondisi kosong. Sekitar pukul 08.00 WIB, tetangga korban, Imro'atun (56), mencium aroma gosong dari arah rumah tersebut. Tak lama berselang, asap mulai terlihat membumbung hingga terdengar suara menyerupai ledakan.
Curiga terjadi sesuatu, Imro'atun segera keluar dan meminta pertolongan warga. Teriakannya kemudian mengundang warga sekitar untuk datang ke lokasi.
“Awalnya saya mencium bau seperti gas atau obat nyamuk bakar. Setelah saya jalan dan sampai di depan rumah, tiba-tiba asapnya membumbung besar, kemudian terdengar seperti ledakan. Saya langsung berteriak minta tolong,” ujar Imro'atun.
Warga yang berdatangan langsung berupaya membantu. Mengetahui tidak ada orang di dalam rumah, mereka mencoba mengeluarkan sejumlah barang yang masih memungkinkan untuk diselamatkan sembari menghubungi keluarga pemilik rumah dan petugas pemadam kebakaran.
Baca Juga: Kreatif Kenalkan Pertanian Modern, BPP Kota Pekalongan Juara Nasional
“Warga langsung datang membantu. Kami bersama-sama berusaha mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah,” katanya.
“Warga langsung datang membantu. Kami bersama-sama berusaha mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah,” katanya.
Imro'atun bersyukur kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, Zamroni diketahui sedang bekerja, sedangkan anaknya berada di sekolah.
“Alhamdulillah, saat kejadian rumahnya kosong, pemilik rumah sedang bekerja dan anaknya bersekolah, sehingga tidak ada korban jiwa. Warga juga cepat membantu dan petugas pemadam segera datang,” tuturnya.
Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra atau Eka, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.30 WIB.
Petugas yang tiba di lokasi mendapati api telah melalap sekitar 70 persen bagian rumah. Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber kebakaran diduga berkaitan dengan HP yang sedang dicas di atas tumpukan buku.
Baca Juga: HUT Kejaksaan ke-81, PDL Jadi Simbol Siap Melayani
“Dugaan sementara, HP dicas di atas tumpukan buku. Kemudian menimbulkan panas dan akhirnya terjadi kebakaran,” jelas Eka saat ditemui di lokasi.
“Dugaan sementara, HP dicas di atas tumpukan buku. Kemudian menimbulkan panas dan akhirnya terjadi kebakaran,” jelas Eka saat ditemui di lokasi.
Proses pemadaman dilakukan bersama sejumlah unsur, termasuk BPBD, TNI dan Polri. Kendati akses menuju rumah cukup sempit, petugas tetap berhasil melakukan pemadaman hingga dilanjutkan dengan pendinginan selama kurang lebih satu jam.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat agar kebiasaan mengisi daya perangkat elektronik tidak dilakukan sembarangan. Eka meminta masyarakat memperhatikan lokasi saat mengecas HP, terutama menjauhkannya dari material yang mudah terbakar.
“Jangan mengecas HP di atas tumpukan buku, kasur, pakaian, atau benda yang mudah terbakar. Pastikan juga charger dan instalasi listrik dalam kondisi baik serta jangan meninggalkan perangkat yang sedang dicas tanpa pengawasan,” tegasnya.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com