METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kota Pekalongan untuk sementara masih aman dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Meski belum ada tanda abu memasuki wilayah kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan meminta masyarakat tidak lengah dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui informasi resmi pemerintah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru, arah pergerakan abu vulkanik Anak Krakatau justru menjauh dari daratan Indonesia. Sebaran abu terpantau bergerak ke arah barat daya atau selatan menuju Samudra Hindia.
“Alhamdulillah belum ada indikasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memasuki wilayah Kota Pekalongan. Laporan menunjukkan abu bergerak mengarah ke barat daya atau selatan menuju Samudra Hindia,” kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Kondisi serupa juga terpantau di sepanjang jalur Pantura, mulai Tegal, Pemalang, Pekalongan hingga Batang. Hingga saat ini belum ada laporan wilayah tersebut terdampak paparan abu vulkanik.
Baca Juga: Bantuan RTLH Naik Rp15 Juta, Syarat Diperjelas
Namun, kondisi aman itu tidak membuat BPBD menghentikan pemantauan. Perubahan arah angin menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan material vulkanik.
Namun, kondisi aman itu tidak membuat BPBD menghentikan pemantauan. Perubahan arah angin menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan material vulkanik.
Selain abu, BPBD juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi paparan gas sulfur dioksida atau SO₂ apabila aktivitas vulkanik meningkat. Gas tersebut dapat terbawa angin dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serta iritasi pada mata.
Paparan SO₂ juga perlu diwaspadai karena dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, termasuk tanaman dan hewan ternak.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Kota Pekalongan tetap menyiagakan personel sekaligus menyediakan cadangan masker. Peralatan tersebut disiapkan sebagai antisipasi apabila arah sebaran abu maupun kondisi udara berubah secara tiba-tiba.
“Kita tetap siap siaga walaupun abu tidak mengarah ke Kota Pekalongan, minimal kita menyiapkan masker jika terjadi perubahan kondisi secara mendadak,” ujar Budi.
Baca Juga: Istri Dipolisikan, Gara-gara Tak Melahirkan Sesuai Keinginan Suami
Pemantauan BPBD tidak hanya tertuju pada Anak Krakatau. Aktivitas Gunung Merapi juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak ada dampak erupsi yang menjangkau Kota Pekalongan.
Pemantauan BPBD tidak hanya tertuju pada Anak Krakatau. Aktivitas Gunung Merapi juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak ada dampak erupsi yang menjangkau Kota Pekalongan.
Koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah pun terus dilakukan. Komunikasi berlangsung secara berkala melalui pertemuan daring maupun sambungan telepon untuk memperbarui informasi dan menyamakan langkah antisipasi.
“Untuk memastikan informasi dan langkah antisipasi tetap terkoordinasi, kami dari BPBD Kota Pekalongan rutin berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah melalui Zoom meeting maupun sambungan telepon,” jelasnya.
Di tengah perhatian terhadap aktivitas vulkanik tersebut, Budi meminta warga tidak panik. Masyarakat juga diingatkan agar tidak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial, terutama informasi yang belum memiliki sumber jelas.
Warga diminta menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan utama ketika muncul informasi mengenai abu vulkanik, kualitas udara, maupun perkembangan aktivitas gunung api.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi. BPBD akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan apabila ada perubahan kondisi,” pungkas Budi.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com