METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kemeriahan Pawai Pajang Jimat Pekalongan 2026 tak sekadar menghadirkan arak-arakan budaya di sepanjang jalan kota.
Lebih dari itu, pawai yang menjadi salah satu rangkaian puncak Maulid Akbar Kanzus Sholawat tersebut memperlihatkan bagaimana berbagai elemen masyarakat dapat berjalan bersama dalam semangat persatuan.
Pawai Pajang Jimat digelar Sabtu (19/9/2026) siang, dengan titik keberangkatan dari Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.
Sedikitnya 40 kontingen ambil bagian, mulai dari ulama, pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, pelajar, marching band, hingga komunitas seni dan budaya.
Ribuan warga Kota Pekalongan dan daerah sekitar tampak memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan rombongan.
Mereka menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa beragam atraksi dan identitas budaya dalam suasana penuh antusiasme.
Rombongan bergerak dari kawasan Stadion Hoegeng menuju Jalan Bahagia, Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr. Cipto hingga Jalan Dr. Wahidin dan berakhir di kawasan depan Hotel Nirwana.
Di antara berbagai penampilan, parade pusaka keris sepuh yang dibawa Paguyuban Tosan Aji Polokarto Pekalongan menjadi salah satu perhatian warga.
Pusaka asli Pekalongan tersebut diarak sebagai bagian dari kekayaan tradisi yang turut mewarnai Pawai Pajang Jimat.
Baca Juga: PKK Kota Pekalongan Tak Sekadar Kumpul, Administrasi Diperkuat
Penampilan marching band AKPELNI Semarang juga membuat suasana pawai semakin semarak.
Penampilan marching band AKPELNI Semarang juga membuat suasana pawai semakin semarak.
Deretan peserta lainnya menampilkan Paskibra Kota Pekalongan, pasukan TNI, kelompok seni dan budaya, IPSI, DPC HARPI, IPPNU, Muslimat NU, hingga barongsai.
Pawai tersebut merupakan agenda pembuka menuju puncak Peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026 di bawah bimbingan Habib Luthfi bin Yahya.
Bagi masyarakat, kehadiran berbagai unsur dalam satu barisan menjadi gambaran kuat tentang keberagaman Kota Pekalongan.
Perbedaan latar belakang tidak menghalangi warga untuk berkumpul dan menikmati kegiatan dalam suasana guyub.
“Ini adalah gambaran Kota Pekalongan. Seluruh elemen masyarakat bisa bersatu, guyub, rukun, dan bersama-sama menjaga persaudaraan. Inilah Kota Pekalongan yang kita cintai,” ujar Walikota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid yang hadir bersama jajaran Forkopimda.
Semangat kebersamaan itu juga terlihat dari keterlibatan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat dan komunitas dalam mengawal jalannya pawai.
Baca Juga: Eks Anak Buah Yaqut Ungkap Jejak Fee Haji Jadi Fortuner Hingga Rumah Mewah
Sehari sebelumnya, Jumat (18/9/2026), rangkaian kegiatan juga diawali dengan Kirab Merah Putih yang membentang dari Desa Masin, Kabupaten Batang, hingga Pendopo Alun-Alun Kota Pekalongan. Kirab tersebut menjadi bagian dari simbol persatuan nasional.
Sehari sebelumnya, Jumat (18/9/2026), rangkaian kegiatan juga diawali dengan Kirab Merah Putih yang membentang dari Desa Masin, Kabupaten Batang, hingga Pendopo Alun-Alun Kota Pekalongan. Kirab tersebut menjadi bagian dari simbol persatuan nasional.
Sementara untuk Pawai Pajang Jimat, Polres Pekalongan Kota mengerahkan pasukan gabungan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Pengamanan melibatkan personel Polres Pekalongan Kota, BKO Polres Pekalongan dan Polres Pemalang, TNI, Brimob Yon B Pelopor, Satpol P3KP, Dinas Perhubungan serta Barisan Pecinta Tanah Air (BAPETA) Kota Pekalongan.
Sebelum pawai dimulai, apel kesiapan digelar di Stadion Hoegeng. Kabag Ops Polres Pekalongan Kota Kompol Paryudi menekankan pentingnya pengaturan penonton serta kelancaran pergerakan rombongan.
“Pada saat melaksanakan pengamanan, personel agar memberikan himbauan secara humanis kepada penonton sehingga rombongan pawai dapat berjalan lancar dan tidak terhambat,” ujar Kompol Paryudi.
Personel gabungan juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dilalui peserta.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan sembari memberikan ruang bagi rombongan pawai.
Pawai kemudian dilepas Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, M.Si., didampingi Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H.
Di tengah berlangsungnya pawai, Kapolres Pekalongan Kota turut memantau pengamanan secara langsung. Ia juga menyapa warga yang berada di sepanjang jalur, menciptakan suasana komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan masyarakat.(han)
Sumber : metropekalongan.com