METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pelatihan kerja tidak cukup hanya berakhir dengan sertifikat. Bagi Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, keterampilan peserta perlu dibawa lebih jauh hingga mengenal dunia kerja secara langsung.
Kepala BLK Kota Pekalongan Helmy Hendarsyah mengatakan, kerja sama dengan perusahaan menjadi bagian penting untuk menjaga agar pelatihan yang diberikan kepada peserta tetap terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
“Untuk alumni BLK, sebelum penutupan pelatihan kita mengadakan uji kompetensi. Selama ini kita bekerja sama dengan LSP Surabaya. Hasilnya luar biasa, sekitar 95 persen alumni BLK kompeten, hanya beberapa yang belum kompeten,” ujar Helmy, Senin, (21/9/2026).
Catatan BLK Kota Pekalongan pada 2025 menunjukkan sekitar 75 persen alumni terserap ke dunia kerja. Sebagian bekerja di berbagai sentra usaha, sementara sebagian lainnya memilih memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Di sinilah keberadaan perusahaan mitra menjadi penting. Alumni yang telah menyelesaikan pelatihan dan mengikuti uji kompetensi diberi kesempatan untuk mengikuti OJT di perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK Kota Pekalongan.
Melalui OJT, alumni tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga berkesempatan mengenal ritme pekerjaan, standar pelayanan, kedisiplinan hingga budaya kerja yang berlaku di perusahaan.
“Setelah selesai alumni BLK, setelah UJK dan penutupan, kita tanya apakah mereka mau OJT ke perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami,” kata Helmy.
Saat ini, BLK Kota Pekalongan telah menggandeng lebih dari 15 perusahaan dari berbagai sektor usaha. Kemitraan tersebut mencakup perusahaan yang bergerak di beragam bidang, termasuk sektor perhotelan yang berada di wilayah Kota Pekalongan.
Kerja sama dengan perusahaan menjadi salah satu alasan BLK terus menjaga dan memperluas jejaring dengan dunia usaha. Bagi peserta, hubungan tersebut membuka ruang untuk mengenal kebutuhan industri secara langsung.
Dengan pola tersebut, perjalanan peserta BLK tidak berhenti di ruang pelatihan. Setelah mendapatkan keterampilan, mereka menjalani uji kompetensi, kemudian dapat melanjutkan ke pengalaman kerja melalui OJT atau memanfaatkan kompetensinya untuk bekerja dan berwirausaha.
Helmy menegaskan, BLK Kota Pekalongan terus mendorong para alumni agar tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Kompetensi yang sudah diperoleh diharapkan benar-benar dimanfaatkan, baik untuk memasuki perusahaan, mendapatkan pengalaman melalui OJT maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
"Semakin luas jejaring dengan dunia usaha yang kami peroleh, terbuka pula ruang bagi alumni untuk menghubungkan keterampilan yang mereka pelajari dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja," terangnya.(han)
Sumber : metropekalongan.com