BLK Kota Pekalongan Terus Perluas Kerjasama Perusahaan Untuk Alumni

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:46 WIB
PELATIHAN : Ratusan warga Kota Pekalongan saat menjalani pelatihan kerja di BLK Kota Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).
PELATIHAN : Ratusan warga Kota Pekalongan saat menjalani pelatihan kerja di BLK Kota Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pelatihan kerja tidak cukup hanya berakhir dengan sertifikat. Bagi Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, keterampilan peserta perlu dibawa lebih jauh hingga mengenal dunia kerja secara langsung.
Oleh karena itu, BLK terus memperluas kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan di berbagai sektor usaha, termasuk sejumlah hotel di Kota Pekalongan, untuk keberlangsungan alumninya.

Kepala BLK Kota Pekalongan Helmy Hendarsyah mengatakan, kerja sama dengan perusahaan menjadi bagian penting untuk menjaga agar pelatihan yang diberikan kepada peserta tetap terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu bentuknya dilakukan melalui on the job training (OJT) yang memberikan kesempatan kepada alumni untuk merasakan langsung suasana dan aktivitas di tempat kerja. 
Sebelum sampai pada tahap tersebut, peserta pelatihan terlebih dahulu menjalani uji kompetensi. BLK Kota Pekalongan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Surabaya untuk mengukur kemampuan peserta setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan. 
Hasilnya, capaian kompetensi alumni BLK pada 2026 menunjukkan angka cukup tinggi. Sekitar 95 persen alumni yang mengikuti uji kompetensi dinyatakan kompeten, sementara sebagian kecil lainnya masih dinyatakan belum kompeten.
Baca Juga: Apel Pelajar Anti Perundungan Serentak, Pejabat Turun ke Sekolah
Baca Juga: Argo Sindoro dan Merbabu Hilang, Ini Penggantinya

“Untuk alumni BLK, sebelum penutupan pelatihan kita mengadakan uji kompetensi. Selama ini kita bekerja sama dengan LSP Surabaya. Hasilnya luar biasa, sekitar 95 persen alumni BLK kompeten, hanya beberapa yang belum kompeten,” ujar Helmy, Senin, (21/9/2026).
Bagi BLK, uji kompetensi bukan sekadar tahapan administratif sebelum peserta menerima hasil pelatihan. Ujian tersebut menjadi cara untuk memastikan keterampilan yang dipelajari selama pelatihan benar-benar dapat diukur dan memenuhi standar kompetensi.
Namun, pekerjaan BLK tidak berhenti setelah peserta dinyatakan kompeten. Lembaga tersebut juga melihat bagaimana alumni bisa melanjutkan keterampilan yang dimiliki ke dunia kerja.

Catatan BLK Kota Pekalongan pada 2025 menunjukkan sekitar 75 persen alumni terserap ke dunia kerja. Sebagian bekerja di berbagai sentra usaha, sementara sebagian lainnya memilih memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Baca Juga: Seram, Perempuan Berkebaya Hijau di Alas Roban, Muncul Saat Jalan Sepi
Baca Juga: Gadis Cantik Karyawan KITB Tewas Ditabrak Truk di kawasan Industropolis Batang

Di sinilah keberadaan perusahaan mitra menjadi penting. Alumni yang telah menyelesaikan pelatihan dan mengikuti uji kompetensi diberi kesempatan untuk mengikuti OJT di perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK Kota Pekalongan.

Melalui OJT, alumni tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga berkesempatan mengenal ritme pekerjaan, standar pelayanan, kedisiplinan hingga budaya kerja yang berlaku di perusahaan.

“Setelah selesai alumni BLK, setelah UJK dan penutupan, kita tanya apakah mereka mau OJT ke perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami,” kata Helmy.

Saat ini, BLK Kota Pekalongan telah menggandeng lebih dari 15 perusahaan dari berbagai sektor usaha. Kemitraan tersebut mencakup perusahaan yang bergerak di beragam bidang, termasuk sektor perhotelan yang berada di wilayah Kota Pekalongan.
Baca Juga: Pawai Pajang Jimat Pekalongan, Simbol Persatuan Warga
Baca Juga: KAI Perketat Jalur KA, Masinis Bunyikan Peringatan

Kerja sama dengan perusahaan menjadi salah satu alasan BLK terus menjaga dan memperluas jejaring dengan dunia usaha. Bagi peserta, hubungan tersebut membuka ruang untuk mengenal kebutuhan industri secara langsung.
Bagi perusahaan, kemitraan dapat menjadi bagian dari keterhubungan dengan calon tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan.

Dengan pola tersebut, perjalanan peserta BLK tidak berhenti di ruang pelatihan. Setelah mendapatkan keterampilan, mereka menjalani uji kompetensi, kemudian dapat melanjutkan ke pengalaman kerja melalui OJT atau memanfaatkan kompetensinya untuk bekerja dan berwirausaha.

Helmy menegaskan, BLK Kota Pekalongan terus mendorong para alumni agar tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Kompetensi yang sudah diperoleh diharapkan benar-benar dimanfaatkan, baik untuk memasuki perusahaan, mendapatkan pengalaman melalui OJT maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

"Semakin luas jejaring dengan dunia usaha yang kami peroleh, terbuka pula ruang bagi alumni untuk menghubungkan keterampilan yang mereka pelajari dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja," terangnya.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
on the job training kota pekalongan kompetensi balai latihan kerja