Ribuan Jemaah dari Berbagai Wilayah di Indonesia Hadiri Maulid Akbar Kanzus Sholawat

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:39 WIB
MAULID AKBAR : Puncak Peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 H/2026 M menyedot kehadiran ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru di Indonesia di Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Nomor 70, Kota Pekalongan, Ahad 20 September 2026. (DOK. HUMAS KANZUS SHOLAWAT PEKALONGAN)
MAULID AKBAR : Puncak Peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 H/2026 M menyedot kehadiran ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru di Indonesia di Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Nomor 70, Kota Pekalongan, Ahad 20 September 2026. (DOK. HUMAS KANZUS SHOLAWAT PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekaongan – Puncak Peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 H/2026 M menyedot kehadiran ratusan ribu Jemaah dari berbagai penjuru di Indonesia di Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Nomor 70, Kota Pekalongan, Ahad 20 September 2026.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Sinuhun Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja dari Keraton Kasepuhan Cirebon beserta rombongan, kepala daerah di Karesidenan Pekalongan.

Puncak peringatan diisi dengan pembacaan Dalailul Khoirot, Madah Nabawiyah, sambutan, serta mau'idhoh hasanah. Suasana kebangsaan juga mewarnai acara dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila.

Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi SH mewakili keluarga Khodimul Maulid sekaligus Ketua Panitia Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 H/2026 M. Acara ini mengusung tema "Dengan Maulidurrosul Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan untuk Indonesia yang Sejuk, Aman dan Damai".

Nurul Chabibi menyampaikan, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita perkuat silaturahmi, perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta terus meneladani akhlak mulia Baginda Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, dalam mau'idhoh hasanah, Habib Umar Muthohar mengingatkan jemaah bahwa kehadiran umat Islam dalam majelis Maulid dilandasi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. "Kita datang di majelis Maulid ini karena cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW," kata Habib Umar.

Ia kemudian mengutip pesan Imam Al Busiry tentang kemuliaan umat Islam sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, umat Islam mendapatkan kenikmatan luar biasa karena Allah SWT mengutus Rasul yang paling mulia.

Kemuliaan tersebut, lanjut Habib Umar, mengikuti kemuliaan Rasulullah SAW. Karena itu, kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan dengan meneladani akhlaknya, menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

"Maka yang ikut Rasulullah Muhammad SAW harus meneladani akhlak Rasulullah, menjauhi segala larangan Allah dan menjalankan segala perintah Allah SWT. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang tidak baik," tuturnya.

Usai salat Dhuhur berjamaah, rangkaian puncak Maulid dilanjutkan dengan pembacaan tawasul yang dipimpin Dr. (HC) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Setelah itu, jemaah mengikuti pembacaan Maulid Simthudduror yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin.

Puncak Maulid tersebut menjadi penutup rangkaian utama kegiatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat yang telah berlangsung sejak Kamis 17 September 2026.

Selama empat hari, berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian diawali dengan Bazar atau Pasar Kerakyatan di Jalan Diponegoro, Kota Pekalongan, yang berlangsung sejak Kamis hingga Ahad.

Pada Kamis malam, kegiatan dilanjutkan dengan Maulid Berzanji atau Perjami' di Gedung Kanzus Sholawat. Kemudian pada Jumat 18 September 2026, digelar Nikah Maulid yang diikuti 21 pasangan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kirab Merah Putih dari Masin, Warungasem, Kabupaten Batang, menuju Alun-alun Kota Pekalongan. Pada malam harinya, panitia menggelar pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Gedung Kanzus Sholawat, dilanjutkan Rotibul Kubro di Makam HB Hasyim B Yahya, Sapuro.

Pada Sabtu 19 September 2026, kegiatan diawali Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI di Lapangan Mataram. Siang harinya, digelar Halaqah Kebangsaan bertema "Ulama-Umaro Bersama TNI dan POLRI" di Hotel KHAS Pekalongan serta Pawai Pajang Jimat dari Stadion Hoegeng menuju Jalan dr Wahidin.

Di sisi lain, kegiatan keagamaan berlangsung di Makam HB Hasyim B Yahya dengan Dalailul Khoirot pada sore hari, kemudian Khataman Alquran dan Shahih Bukhori hingga dini hari.

Rangkaian kegiatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat ditutup dengan agenda pascaacara berupa Musik Sammar/Gambus di Gedung Kanzus Sholawat pada Ahad malam hingga tengah malam.

Sementara itu, PT KAI Daop 4 Semarang memperketat pengawasan jalur kereta api, Minggu (20/9/2026). Tak hanya menambah penjagaan di sejumlah titik rawan, KAI juga menginstruksikan masinis untuk lebih waspada ketika melintasi kawasan yang berdekatan dengan lokasi pengajian Maulid Nabi.

Suara peringatan dari lokomotif akan dibunyikan sebelum kereta melewati area tersebut. Langkah ini, salah satu upaya KAI mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar jalur rel selama kegiatan berlangsung.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang mengatakan, pengajian Maulid Nabi di Kanzus Sholawat diperkirakan dihadiri ribuan jemaah. Besarnya jumlah peserta berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, termasuk di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang yang berada di kawasan lokasi pengajian.

“KAI terus mengimbau seluruh peserta pengajian agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, tidak berhenti di area perlintasan, serta tetap mematuhi aturan keselamatan demi keamanan bersama,” ujarnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026 Kanzus Sholawat Kota Pekalongan