METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Aliran sungai di Jalan Sulawesi, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, mulai dinormalisasi untuk mengatasi pendangkalan dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Pembersihan dan pengerukan saluran mulai dilakukan sejak Kamis (24/9/2026).
Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi saluran agar aliran air lebih lancar. Kondisi sungai yang dipenuhi endapan lumpur dan sampah selama ini menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
Lurah Bendan Kergon, Achmad Mahmudin, mengatakan normalisasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah kelurahan. Keterlibatan masyarakat, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), tokoh masyarakat, hingga organisasi perangkat daerah diperlukan agar penanganan berlangsung lebih optimal.
“Kita akan berupaya mengatasi normalisasi saluran dengan mempertemukan tokoh masyarakat, KSM, dan instansi terkait untuk betul-betul menangani permasalahan ini. Saya yakin kalau kita bersama-sama, permasalahan ini bisa kita atasi,” ujar Mahmudin, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Siswa Kota Pekalongan Dipersiapkan Hadapi TKA Sejak Dini, Ini Metodenya
Menurutnya, pendangkalan akibat endapan lumpur membuat kapasitas aliran air berkurang. Kondisi tersebut diperparah dengan sampah yang menumpuk di sejumlah bagian saluran.
Menurutnya, pendangkalan akibat endapan lumpur membuat kapasitas aliran air berkurang. Kondisi tersebut diperparah dengan sampah yang menumpuk di sejumlah bagian saluran.
Kelurahan Bendan Kergon kemudian menggandeng KSM dan tokoh masyarakat, terutama warga RW 16, untuk mencari pola penanganan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pembersihan saluran menjadi bagian awal dari upaya tersebut.
Namun, pengerukan dan pengangkutan sampah dinilai bukan satu-satunya solusi. Setelah saluran dibersihkan, masyarakat tetap perlu menjaga agar sampah tidak kembali menumpuk.
Karena itu, edukasi kepada warga akan diperkuat melalui koordinasi dengan RT dan RW yang berada di sepanjang aliran sungai. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan saluran air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Baca Juga: Kebakaran di Kota Pekalongan Meningkat, Warga Diminta Waspada
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan juga memiliki peluang untuk dikelola kembali. Kelurahan mendorong adanya kerja sama dengan bank sampah sehingga material yang masih bernilai dapat didaur ulang atau diolah menjadi produk kerajinan.
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan juga memiliki peluang untuk dikelola kembali. Kelurahan mendorong adanya kerja sama dengan bank sampah sehingga material yang masih bernilai dapat didaur ulang atau diolah menjadi produk kerajinan.
Ke depan, penanganan aliran sungai tersebut akan diarahkan melalui kolaborasi yang lebih luas bersama organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan.
Salah satu opsi yang tengah didorong adalah kegiatan padat karya. Selain membantu proses normalisasi, pola tersebut diharapkan dapat membuka ruang keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan di sekitar saluran.
“Kita koordinasikan supaya bareng-bareng antara masyarakat dengan OPD bisa membaur untuk membersihkan saluran air sungai di wilayah Jalan Sulawesi ini,” pungkas Mahmudin.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com