METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Api tiba-tiba menyambar di halaman SDN Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (28/9/2026). Namun, suasana bukan berubah menjadi kepanikan. Para siswa justru berbaris penuh antusias untuk belajar bagaimana menjinakkan kobaran api.
Dengan karung yang telah dibasahi air, sejumlah siswa maju mendekati sumber api. Karung kemudian diletakkan menutup bara hingga kobaran perlahan padam. Adegan itu dilakukan berulang oleh siswa yang berbeda.
Keberanian anak-anak sekolah dasar tersebut bahkan membuat pelatih pemadam kebakaran terkejut. Sebab, dari pengalaman memberikan edukasi kebakaran di sejumlah sekolah, tidak sedikit siswa yang biasanya memilih menjauh ketika melihat api.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di SDN Jenggot. Hampir seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berani mencoba teknik pemadaman yang diajarkan petugas Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan.
Baca Juga: Kiai Sepuh Usul KPK NU Usai Isu Uang Muktamar
Bukan hanya api kecil, siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah kondisi kebakaran. Mereka belajar menghadapi api yang muncul dari tabung gas, kobaran besar di dalam tong, hingga api yang menyala di halaman.
Bukan hanya api kecil, siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah kondisi kebakaran. Mereka belajar menghadapi api yang muncul dari tabung gas, kobaran besar di dalam tong, hingga api yang menyala di halaman.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi kebencanaan yang digelar tim Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan. Para siswa mendapatkan pengetahuan dasar agar mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kebakaran.
Guru yang mewakili Kepala SDN Jenggot, Yasir Muwakil, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diprogramkan sekolah untuk mengenalkan kebencanaan kepada siswa sejak usia dini.
“Program kami memperkenalkan kepada anak-anak sejak dini agar mengenal kebencanaan dan dapat mengatasi apabila terjadi bencana, khususnya kebakaran,” ujar Yasir.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan agenda mendadak. Pihak sekolah telah merencanakannya sejak jauh hari melalui pembahasan bersama dewan guru, kemudian berkoordinasi dengan Damkar Kota Pekalongan untuk menghadirkan edukasi langsung kepada siswa.
Baca Juga: Kemenimipas Copot 5 Pejabat Lapas Cibinong
Baca Juga: Langkah Kecil PPIR Batang, Bersihkan Sampah di Hutan Jati
Apalagi, memasuki musim kemarau, sekolah menilai pemahaman mengenai pencegahan kebakaran menjadi semakin penting. Edukasi tersebut diharapkan membuat anak-anak mengetahui langkah awal yang harus dilakukan apabila menghadapi keadaan darurat.
Apalagi, memasuki musim kemarau, sekolah menilai pemahaman mengenai pencegahan kebakaran menjadi semakin penting. Edukasi tersebut diharapkan membuat anak-anak mengetahui langkah awal yang harus dilakukan apabila menghadapi keadaan darurat.
Sekitar 150 siswa kelas 1 sampai kelas 6 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan demonstrasi petugas, tetapi juga mendapat kesempatan mencoba teknik pemadaman api secara langsung dengan pengawasan.
Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra atau Eka, mengaku menemukan hal yang tidak biasa dalam kegiatan tersebut.
Selama sekitar empat tahun mengikuti kegiatan edukasi serupa di berbagai sekolah dasar, ia mengatakan siswa biasanya menunjukkan rasa takut ketika berhadapan dengan api. Karena itu, keberanian siswa SDN Jenggot menjadi perhatian tersendiri.
“Dari pengalaman saya empat tahun menggelar pelatihan seperti ini di Damkar, di SD-SD lainnya pasti ada yang takut. Yang menarik, hampir semua siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 di sini berani dan antusias mencoba,” kata Eka.
Baca Juga: Raih Penghargaan, Walikota Aaf Siapkan Tambahan Insentif Guru
Dalam pelatihan tersebut, petugas tidak hanya mengajak siswa bermain dengan api. Mereka terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik api, penyebab kebakaran, serta langkah pencegahan.
Dalam pelatihan tersebut, petugas tidak hanya mengajak siswa bermain dengan api. Mereka terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik api, penyebab kebakaran, serta langkah pencegahan.
Siswa kemudian dikenalkan dengan dua metode pemadaman, yakni cara konvensional menggunakan peralatan sederhana dan metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Eka menjelaskan, edukasi kebencanaan juga diperluas pada tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat lainnya. Siswa diberikan pemahaman mengenai apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi kebakaran maupun gempa bumi.
Materi tersebut dinilai penting karena wilayah Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas kegempaan dan vulkanik cukup tinggi.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com