METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Telepon seluler atau HP kini bukan lagi sekadar alat komunikasi. Hampir semua aktivitas masyarakat bersinggungan dengan perangkat ini, mulai dari bekerja, belajar, berjualan hingga berkomunikasi. Kondisi tersebut ikut membuka peluang pekerjaan baru, termasuk jasa perbaikan HP.
Melihat kebutuhan itu, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan menambah satu paket pelatihan servis HP bagi 16 peserta. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap 2 Tahun 2026 yang dimulai 28 September 2026.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, mengatakan tingginya minat peserta menjadi salah satu alasan pelatihan teknisi HP kembali diberikan. Menurutnya, semakin banyak masyarakat menggunakan HP, semakin besar pula kebutuhan terhadap tenaga yang mampu memperbaiki perangkat tersebut.
“Kalau servis HP banyak peminatnya. Mungkin karena sekarang HP merupakan barang yang hampir semua masyarakat punya. Jadi peluang ke depan, khususnya dalam servis HP, mungkin semakin besar,” ujar Betty saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Festival Literasi Pekalongan Siap Jadi Ruang Kreativitas
Baca Juga: ASN Kota Pekalongan Viral Minta Maaf, Sanksi Masih Dibahas
Pelatihan berlangsung selama 38 hari dan mendapatkan dukungan pendanaan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis, tetapi juga dipersiapkan untuk mengenal kebutuhan dunia kerja secara langsung.
Dinperinaker melengkapi program tersebut dengan fasilitas pemagangan. Sejumlah perusahaan telah diajak bekerja sama untuk menerima peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) selama tiga bulan.
Bagi peserta, pemagangan menjadi tahap penting karena keterampilan yang diperoleh di ruang pelatihan dapat langsung diuji dalam lingkungan kerja. Mereka juga bisa memahami persoalan teknis dan kebutuhan pelanggan yang dihadapi teknisi HP sehari-hari.
“Kegiatan pemagangan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam keterampilan yang diperoleh selama pelatihan sekaligus mengenal secara langsung kebutuhan dan kondisi di dunia kerja,” tegas Betty.
Baca Juga: PSU Rusak Terbentur Legalitas, Pemkot Pekalongan Gandeng Kejari
Baca Juga: Dari Pekalongan, Kriya Lokal Dibawa ke Panggung Nasional
Setelah menguasai keterampilan, peserta tidak harus bergantung pada lowongan pekerjaan formal. Kompetensi servis HP juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri dengan membuka jasa perbaikan perangkat.
“Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha mandiri di bidang servis HP,” tukasnya.
Salah satu peserta yang melihat peluang tersebut adalah Witono, warga Podosugih. Di usia 58 tahun, ia memilih pelatihan teknisi HP karena menilai bidang tersebut sesuai dengan kondisi fisiknya sekaligus memiliki prospek yang bisa dikembangkan.
Witono merupakan satu dari 96 warga Kota Pekalongan yang mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap 2 Tahun 2026. Ia memilih keterampilan teknisi handphone setelah melihat penggunaan HP yang semakin luas dan kebutuhan jasa perbaikan yang terus berkembang.
Bagi Witono, pelatihan bukan sekadar menambah keterampilan. Ia ingin ilmu yang diperoleh menjadi modal untuk memperbaiki taraf hidup, baik dengan mencari pekerjaan maupun membangun usaha sendiri.
“Harapannya bisa menaikkan taraf hidup supaya kita bisa berkarya, baik mungkin bekerja di tempat lain atau di perusahaan, atau bisa buka usaha sendiri,” tuturnya.
Pelatihan teknisi HP pun menjadi gambaran bagaimana kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat melahirkan peluang keterampilan dan pekerjaan. Ketika HP semakin melekat dalam aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap orang yang mampu merawat dan memperbaikinya ikut terbuka.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com