METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pancasila disebut tetap menjadi pijakan yang tidak tergantikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan itu disampaikan Walikota Pekalongan HA. Afzan Arslan Djunaid (Aaf) saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Makodim 0710/Wijaya Kusuma Pekalongan, Kamis (1/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah instansi terkait.
Sejumlah siswa dan siswi MAN 1 Pekalongan juga mengikuti rangkaian upacara sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai Pancasila dan memperkuat nasionalisme sejak generasi muda.
Usai upacara, Aaf, sapaan Wali Kota Pekalongan, menegaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus tetap menjadi pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, memegang teguh Pancasila bukan berarti mengesampingkan keyakinan agama masing-masing. Nilai keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan pribadi, sementara Pancasila dan UUD 1945 menjadi landasan bersama sebagai warga negara.
Baca Juga: HP Jadi Kebutuhan Utama, Servis HP Jadi Peluang Kerja
“Sebagai warga negara, kita harus dan wajib berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bukan berarti kita mengabaikan keyakinan kita masing-masing secara agama, itu sudah menjadi kewajiban. Tetapi ketika kita berbicara sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus tetap berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Aaf.
“Sebagai warga negara, kita harus dan wajib berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bukan berarti kita mengabaikan keyakinan kita masing-masing secara agama, itu sudah menjadi kewajiban. Tetapi ketika kita berbicara sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus tetap berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Aaf.
Ia menilai penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk pola pikir dan pola hidup masyarakat menjadi lebih baik.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat untuk menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda. Aaf meminta anak-anak muda tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi belajar dari keteladanan para veteran yang telah melewati berbagai fase perjuangan bangsa.
Menurutnya, para veteran yang kini telah berusia lebih dari 70 tahun masih menunjukkan semangat, kesehatan dan aktivitas yang patut menjadi contoh bagi generasi penerus.
Baca Juga: Festival Literasi Pekalongan Siap Jadi Ruang Kreativitas
“Kita terus terang malu, tadi Pak Dandim juga menyampaikan bahwa veteran-veteran kita itu sangat luar biasa. Beliau berumur 80 tahun, 75 tahun dan sebagainya, di atas 70 tahun. Tapi beliau masih sehat, masih fresh, masih semangat, masih bisa beraktivitas dan beliau juga patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
“Kita terus terang malu, tadi Pak Dandim juga menyampaikan bahwa veteran-veteran kita itu sangat luar biasa. Beliau berumur 80 tahun, 75 tahun dan sebagainya, di atas 70 tahun. Tapi beliau masih sehat, masih fresh, masih semangat, masih bisa beraktivitas dan beliau juga patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Aaf mengatakan generasi muda dapat belajar dari para veteran mengenai pola hidup, semangat menghadapi persoalan dan cara menjaga keteguhan dalam menjalani kehidupan. Semua itu, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1945.
“Generasi muda kita itu harus mencontoh generasi-generasi veteran ini tentang bagaimana pola hidup, tentang bagaimana cara mengatasi masalah dan sebagainya. Terutama berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” katanya.
Ia berharap generasi muda Kota Pekalongan mampu tumbuh menjadi generasi yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Semangat tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan masa depan Indonesia.
Baca Juga: PSU Rusak Terbentur Legalitas, Pemkot Pekalongan Gandeng Kejari
“Harapannya generasi muda harus lebih baik lagi dari generasi veteran, dari generasi kita supaya ke depan Indonesia lebih baik lagi,” pungkas Aaf.
“Harapannya generasi muda harus lebih baik lagi dari generasi veteran, dari generasi kita supaya ke depan Indonesia lebih baik lagi,” pungkas Aaf.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menegaskan Pancasila tetap menjadi dasar yang sesuai bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, tidak ada alasan untuk meninggalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
“Kalau menurut kami TNI bahwa Pancasila itu tidak ada yang bisa menghentikan. Itu yang memang cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Muhammad Nurul Chabibi.
Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah derasnya perkembangan media sosial. Menurutnya, media sosial dapat menjadi peluang untuk berkembang, tetapi juga dapat berubah menjadi ancaman apabila digunakan tanpa kebijaksanaan.
“Media sosial ini sangat mungkin menjadi peluang, bisa menjadi ancaman. Jadi kalau kita tidak bisa menggunakan secara bijak, media sosial ini bisa menghancurkan anak-anak,” ujarnya.(han)
Sumber : metropekalongan.com