METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menaikkan target penghimpunan Bulan Dana PMI 2026 menjadi Rp700 juta. Angka tersebut naik Rp200 juta dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di angka Rp500 juta.
Kenaikan target itu dibarengi ajakan Walikota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf agar masyarakat ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Ajakan disampaikan Aaf saat membuka Pencanangan Bulan Dana PMI Kota Pekalongan 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan, Selasa (6/10/2026). Program penggalangan dana tersebut berlangsung mulai Oktober hingga akhir Desember 2026.
Menurut Aaf, Bulan Dana PMI bukan sekadar agenda rutin pengumpulan dana. Di balik kegiatan tersebut terdapat kebutuhan untuk memastikan PMI tetap memiliki kemampuan memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: Polres Pemalang Tepis Narasi Liar Kasus Pelajar SD
“PMI ini adalah lembaga murni sosial, lembaga yang bertujuan untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan. PMI selalu hadir dalam kebencanaan, baik lokal, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Aaf.
“PMI ini adalah lembaga murni sosial, lembaga yang bertujuan untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan. PMI selalu hadir dalam kebencanaan, baik lokal, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Aaf.
Ia pun mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, sekolah, perbankan, perhotelan, dunia usaha hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mendukung Bulan Dana PMI.
Aaf menilai kebutuhan kemanusiaan tidak dapat diprediksi. Salah satunya kebutuhan darah yang sewaktu-waktu dapat meningkat ketika terjadi kondisi darurat maupun ketika pasien membutuhkan transfusi.
Menurutnya, proses penyediaan darah juga tidak berhenti ketika seseorang selesai melakukan donor. Darah yang terkumpul harus melalui pemeriksaan dan pengolahan sebelum dapat diberikan kepada pasien.
“Ini acara yang sangat luar biasa, murni untuk kemanusiaan. Mari kita semuanya mempersiapkan diri untuk menolong saudara-saudara kita, karena kebutuhan ini kadang sangat mendadak,” katanya.
Selain melalui penggalangan Bulan Dana, Aaf juga meminta kegiatan donor darah lebih sering digelar di lingkungan kantor dan instansi. Ia berharap donor darah dapat menjadi bagian dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga lainnya.
“Kalau ada kegiatan di kantor maupun instansi masing-masing, diadakan juga donor darah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto menjelaskan Bulan Dana menjadi salah satu sumber pendukung pelaksanaan tugas kepalangmerahan.
Penggalangan dana dilakukan secara sukarela dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, camat, lurah, PMI, instansi vertikal, Kementerian Agama, MKKS, BUMN, BUMD dan unsur terkait lainnya.
Untuk 2026, target yang dipatok mencapai Rp700 juta. Nilai tersebut meningkat Rp200 juta dibandingkan target 2025 sebesar Rp500 juta.
“Pada Bulan Dana PMI 2026, Kota Pekalongan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp700 juta, meningkat dari target tahun 2025 sebesar Rp500 juta. Pada tahun ini perhatian utama diarahkan pada peningkatan partisipasi masyarakat,” beber Dwi Arie.
Ketua Bulan Dana PMI Kota Pekalongan, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. M. Nurul Chabibi, melalui Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Inf. Nurohmat, S.Ag., turut mengajak OPD, kecamatan dan kelurahan mengoptimalkan penggalangan dana.
Harapannya, dukungan yang terkumpul dapat kembali dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan dalam situasi kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan lainnya.
“Semoga apa yang diperjuangkan dan diberikan untuk kebaikan kemanusiaan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan dengan adanya Bulan Dana PMI ini dapat berjalan amanah,” pungkasnya.(han)
Sumber : metropekalongan.com