Sempat Gemetaran, Siswi SMK Ini Berani Padamkan Api

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:26 WIB
PADAMKAN API : Siswi SMK Syafi’i Akrom saat berlatih memadamkan api di halaman sekolah setempat, Rabu (14/10/2026).(Lutfi Hanafi/jawa Pos Metro Pekalongan)
PADAMKAN API : Siswi SMK Syafi’i Akrom saat berlatih memadamkan api di halaman sekolah setempat, Rabu (14/10/2026).(Lutfi Hanafi/jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Api yang awalnya membuat puluhan siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan gemetaran justru berubah menjadi pengalaman berharga.

Setelah mendapat arahan petugas pemadam kebakaran, para siswa mulai berani menghadapi kobaran api dan mempraktikkan cara memadamkannya.

Salah satunya Safitri, siswi kelas X SMK Syafi’i Akrom. Ia mengaku sempat takut ketika melihat api menyala di hadapannya. Namun, rasa takut itu perlahan hilang setelah petugas memberikan tips dan teknik penanganan api.

“Tadi belajar mematikan api pakai cara tradisional, pakai kain basah. Tadi sempat gemetaran, takut, akhirnya berani,” ujar Safitri, Rabu (14/10/2026).

Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya diajarkan memadamkan api dengan cara sederhana menggunakan kain atau karung goni yang dibasahi.

Mereka juga diperkenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik penanganan api sesuai kondisi.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Susun Grand Design PAUD 2026–2029

Baca Juga: Kapolres Pemalang Anggaito Tegaskan Kasus Perundungan Diusut Tuntas

Bagi Safitri, pengalaman tersebut menjadi bekal penting. Jika suatu saat menemukan api dalam kondisi masih kecil, ia setidaknya sudah mengetahui langkah awal yang harus dilakukan sebelum api membesar.

“Kalau ke depannya ketemu api yang masih kecil, minimal sudah bisa memadamkan api,” katanya.

Pelatihan yang diikuti sekitar 100 siswa tersebut juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, khususnya terkait potensi kebakaran di lingkungan bengkel kendaraan.

Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan Falentino Eka Laksana Putra mengatakan, siswa diberikan teori mengenai penanganan ketika terjadi korsleting listrik, termasuk pada kendaraan bermotor.

Baca Juga: KA Muria hingga Anggrek Diskon 10 Persen, Ini Caranya

Baca Juga: Sujari Heran, Istrinya Khamidah Bisa Berangkat ke Dubai

Materi tersebut dinilai penting karena dalam beberapa tahun terakhir pernah terjadi kebakaran bengkel motor di kawasan Setono dan Grogolan. Salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah keteledoran dalam menangani bahan bakar seperti bensin.

“Terutama dalam penanganan bahan bakar seperti bensin. Kami harapkan siswa-siswi ini selalu lulus dan bekerja secara profesional dengan mengikuti SOP di dalam bengkel,” kata Eka.

Menurutnya, keselamatan di bengkel harus dimulai dari hal-hal sederhana. Penataan komponen harus rapi, bahan bakar disimpan dalam wadah yang sesuai dan tertutup, sementara kondisi kabel kendaraan juga perlu diperiksa secara rutin.

Kabel yang terkelupas dapat memicu korsleting. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya apabila di sekitar lokasi terdapat bahan bakar yang tercecer atau terbuka. Percikan kecil pun berpotensi memicu kebakaran.

Karena itu, pelatihan tidak berhenti pada teori. Setelah mendapat penjelasan, para siswa langsung diajak praktik menangani api dengan metode tradisional maupun menggunakan peralatan pemadam modern.

Kepala Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan SMK Syafi’i Akrom, Ghandi Prasetya Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut rutin diagendakan setiap tahun. Tujuannya agar siswa tidak panik ketika menghadapi kebakaran maupun korsleting.

“Ketika terjadi kebakaran atau korslet, mereka sudah siap untuk memadamkan api tersebut. Sehingga ketika nanti siswa lulus bisa menerapkan SOP yang diberikan tim Damkar,” ujarnya.

Bekal tersebut diharapkan tidak hanya berguna ketika siswa berada di sekolah atau bengkel. Pengetahuan tentang keselamatan dan penanganan kebakaran juga dapat diterapkan di rumah maupun ketika mereka kelak memasuki dunia kerja.

Dari yang semula gemetaran melihat api, para siswa akhirnya belajar satu hal penting: api kecil harus ditangani dengan cara yang tepat sebelum berubah menjadi kebakaran besar.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Damkar Kota Pekalongan Pelatihan Damkar Pekalongan SMK Syafii Akrom Cara Padamkan Api Keselamatan Bengkel