Serunya Kelas Speaking di Parkside Mandarin Pekalongan

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:01 WIB
KELAS PUBLIC SPEACKING : Parkside Mandarin Hotel Pekalongan menggelar kelas public speaking ‘Professional Speaking Class’ di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan pada Minggu 19 Juli 2026. (DOK. HUMAS PARKSIDE MANDARIN HOTEL PEKALONGAN)
KELAS PUBLIC SPEACKING : Parkside Mandarin Hotel Pekalongan menggelar kelas public speaking ‘Professional Speaking Class’ di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan pada Minggu 19 Juli 2026. (DOK. HUMAS PARKSIDE MANDARIN HOTEL PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Rasa gugup saat harus berbicara di depan orang lain perlahan dicoba ditaklukkan peserta Professional Speaking Class di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan.

Bukan sekadar duduk mendengarkan teori, peserta justru diajak tampil, berlatih, menerima evaluasi, hingga menemukan cara berkomunikasi yang lebih cair.

Kelas public speaking yang digelar pada Minggu 19 Juli 2026 tersebut mendapat respons positif dari peserta.

Selama tiga jam, mereka mengikuti pembelajaran yang dikemas interaktif dengan porsi praktik lebih banyak dibanding teori.

Peserta yang hadir pun datang dari latar belakang beragam. Mulai dari masyarakat umum, content creator, pegawai negeri, hingga peserta dari Kota Pekalongan, Kajen, dan Batang ikut mencoba mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Sales Executive Parkside Mandarin Hotel Pekalongan, Vinsensia Saras mengatakan, kemampuan berbicara menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan, bukan hanya bagi mereka yang bekerja sebagai pembicara atau pembawa acara.

Menurutnya, kemampuan komunikasi juga berpengaruh ketika seseorang harus berorganisasi, menyampaikan gagasan, melakukan negosiasi maupun membangun hubungan dengan orang lain.

“Semua orang boleh ikut. Kemampuan berbicara yang baik akan membantu seseorang dalam bernegosiasi, menyampaikan ide, hingga membangun hubungan dengan orang lain. Intinya adalah bagaimana pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik,” kata Saras.

Ia menjelaskan, peserta dalam kelas tersebut tidak hanya memperoleh materi tentang cara berbicara, tetapi juga langsung mencoba tampil di hadapan orang lain.

Dari proses itu, peserta dapat mengetahui bagian yang sudah dikuasai sekaligus menemukan sisi yang masih perlu diperbaiki.

Bagi Parkside Mandarin Hotel Pekalongan, kemampuan tersebut juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi pengalaman baru.

Hotel kerap mendapat permintaan dari klien yang membutuhkan master of ceremony atau MC untuk berbagai kegiatan.

“Hotel sering mendapat permintaan bantuan mencarikan MC. Jika peserta memiliki kemampuan yang baik, tentu data kontak mereka bisa kami simpan dan kami hubungi ketika ada kebutuhan,” jelas Saras.

Kelas tersebut menghadirkan dua pemateri bersertifikat nasional, yakni Rizqiya SM, CPS, CT, Certified Communication Trainer BNSP RI, serta Farah Farhat, S.Sos., CPS, Certified Public Speaking BNSP RI.

Rizqiya mengatakan metode pembelajaran sengaja dibuat lebih banyak praktik karena kemampuan public speaking tidak cukup hanya dipelajari melalui teori.

“Sebanyak 60 persen materi berupa praktik. Public speaking tidak akan berkembang jika hanya belajar teori. Setiap peserta dipastikan mendapat kesempatan tampil secara personal,” katanya.

Setelah tampil, peserta juga memperoleh feedback dari berbagai sisi. Evaluasi diberikan oleh pemateri, peserta lain, sekaligus melalui penilaian terhadap diri sendiri.

Metode tersebut membuat peserta tidak hanya mengetahui kesalahan saat berbicara, tetapi juga mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan.

Sementara itu, Farah Farhat menilai kemampuan public speaking relevan bagi hampir semua profesi.

Mahasiswa, pekerja, ASN, guru, pelaku UMKM hingga content creator membutuhkan keterampilan komunikasi ketika harus menyampaikan gagasan kepada orang lain.

Menurut Farah, salah satu persoalan yang sering dialami pemula justru muncul karena terlalu berusaha menghafalkan seluruh materi.

Akibatnya, pembicaraan menjadi kaku dan pembicara kehilangan alur ketika lupa dengan kalimat yang telah disiapkan.

“Solusinya bukan menghafal kata per kata, tetapi memahami inti materi, berlatih secara bertahap, dan membangun koneksi dengan audiens. Berlatih bersama peserta lain juga menjadi cara efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri,” jelasnya.

Kelas yang berlangsung sekitar tiga jam itu menjadi ruang bagi peserta untuk keluar sejenak dari zona nyaman.

Mereka tidak hanya belajar bagaimana membuka pembicaraan, tetapi juga mencoba menyampaikan pesan dengan lebih natural dan membangun koneksi dengan audiens.

Bagi sebagian peserta, pengalaman tampil dan memperoleh feedback secara langsung menjadi bagian yang menarik.

Rasa gugup yang semula menjadi hambatan perlahan diarahkan menjadi keberanian untuk mencoba.

Konsep belajar yang fun, praktis dan profesional tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan bakat yang hanya dimiliki sebagian orang. Keterampilan itu dapat dilatih melalui praktik berulang dan evaluasi yang tepat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan membawa pulang kemampuan komunikasi yang dapat langsung digunakan dalam pekerjaan, organisasi, bisnis maupun kehidupan sehari-hari.

Dari satu kesempatan tampil, mereka mendapat bekal untuk berbicara lebih percaya diri di hadapan audiens. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
kelas public speacking Parkside Mandarin Hotel Pekalongan dupan square