PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM - Selain batik, Kota Pekalongan juga terkenal dengan kulinernya. Salah satunya taut. Sajian soto dengan bumbu tauco ini salah satu ciri khas kuliner Kota Pekalongan.
Warung penjual tauto bertebaran di Kota Pekalongan. Namun hanya beberapa warung legendaris yang menjadi rekomendasi di Google untuk dicicipi.
Tauto Pak Tarip salah satu yang dinilai terenak. Jika mampir ke Pekalongan, wajib datang ke warungnya di Desa Kebonrowopucang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
Warga setempat sering menyebut wilayah tersebut Pangkah. Lokasinya kurang lebih 8 kilometer dari pusat Kota Pekalongan, ke arah selatan.
Di Warung Tauto Sederhana Pak Tarip, menawarkan daging sapi. Bisa memilih hanya daging, jeroan, atau bisa campuran keduanya, sesuai selera.
Warung milik Tarip tak jauh berbeda dengan warung-warung tauto lainnya. Warung Tarip berada di pinggir jalan yang bergabung dengan rumah kediaman pribadi.
Walaupun kecil, bisa muat 20 pengunjung. Ada pilihan lokasi makan di pinggir jalan, atau di belakang rumah. Di tempat ini bisa sambil memandang hamparan sawah yang luas.
Sudah berdiri sejak 1993, Tauto Pak Tarip. tetap mempertahankan rasanya yang otentik.
Semua proses pembuatan, mulai bumbu hingga kuah dikerjakan sendiri oleh Sutarip pemilik warung.
Kuahnya, memang berbeda dengan warung tauto lain. Karena langsung dicampur tauco, direbus sampai matang dan kental. Kuahnya juga diberi tetelan daging dan tulang, sehingga semakin enak dan gurih.
“Kalau hari biasa, saya menghabiskan 15 hingga 20 kilogram daging. Kalau lebaran, sehari bisa menghabiskan hingga 60 kilogram daging sapi,” ungkapan kepada metropekalongan.com.
Tauto, sebenarnya seperti kuliner soto pada umumnya. Disajikan dengan mi bihun, irisan daging, dan loncang. Bedanya, kuah tauto ada bumbu tauco dan bumbu rahasia masing-masing warung.
Beberapa sumber mengatakan soto tauto ini merupakan cuisine perpaduan tiga budaya yaitu India, China, dan lokal Jawa.
Tauto memiliki rasa gurih dan manis. Dagingnya lembut dengan aroma khas tauco.
Untuk menikmati seporsi tauto, harga yang ditawarkan pun bersahabat, hanya Rp 15 ribu.
Paling cocok dinikmati dengan lontong. Bisa juga dengan nasi putih jika kurang puas. Lebih sedap lagi ditambah gorengan sebagai tambahan lauk.
Untuk menikmati tauto favorit masyarakat ini, warga luar Kota Pekalongan bisa menyempatkan datang ke warung ini saat di Pekalongan.
Namun harus sabar, karena setiap hari banyak warga luar kota yang datang mengantre di warung ini. Mereka rela jauh-jauh datang hanya untuk makan Tauto Tarip.
“Saya dari Bekasi, lewat Pekalongan. Cari di Google diarahkan ke warung tauto ini. Sengaja keluar tol, untuk beli Tauto Pak Tarip,” ucap Gabrielle pembeli tauto asal luar kota. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla