BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Durian yang enak bukan hanya dari Pekalongan. Di Kabupaten Batang juga ada durian unggul yang kerap diburu para pecinta durian. Namanya Durian Milky.
Nama Durian Milky jarang diketahui orang. Karena hanya diketahui oleh para penggila durian saja, yang mencari rasa durian enak. Bukan ukuran. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Karena kalau dilihat dari ukuran. Durian Milky punya ukuran yang kecil. Kecil-kecil cabe rawit, begitu orang menggambarkan jenis durian milky asal Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang yang berbatasan dengan Pekalongan ini.
Ukurannya kecil dengan bentuk yang berbeda dengan durian pada umumnya, yaitu bulat sempurna. Berat durian ini paling besar tidak sampai 2 kilogram.
Durian ini dijual kiloan. Harganya juga bersaing dengan durian-durian unggul lain. Seperti Bawor, Montong dan lainnya. Harga durian Milky Rp 100 ribuan per kilogramnya.
Durian ini lebih ekonomis dari durian-durian unggul lain karena bisa dibeli dengan harga terjangkau.
Beratnya maksimal hanya 2 kilogram, berarti hanya perlu sekitar Rp 200 ribu untuk membelinya. Berbeda dengan durian Bawor, Montong yang beratnya bisa sampai 5 kilogram.
Bulan Desember hingga Februari merupakan masa panen durian ini. Pohon-pohon durian itu rata-rata sudah berusia puluhan tahun.
Ada juga pohon yang sudah berusia ratusan tahun. Lingkar batang pohonnya empat pelukan orang dewasa.
Salah satu petani Desa Sigayam, Aziz, 51, memiliki pohon berusia 70-an tahun. Tiap musim panen satu pohon bisa menghasilkan hingga 800 buah.
"Yang beli dari wilayah Batang, Pekalongan, Semarang, sampai Jakarta," ucapnya.
Durian ini punya cita rasa khas, luget, lengket, sedikit pedas, berwarna kuning mentega, daging tebal dan berbiji kecil. Itu yang membuatnya disukai maniak durian.
Nama durian milky sendiri didasari pada rasa durian tersebut yang lengket dan luget seperti saat meminum susu yang rasanya menempel di mulut.
"Setiap panen, yang susah bagi para penikmat durian kok barangnya habis dan jarang. Buah begitu mau turun itu kita sudah menunggu di bawah. Yang pesan banyak yang antri sudah banyak," terang Tri Yanuar Hadiprasetya, Ketua Komunitas Batang Agro Kreatif. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla