Tepatnya ada di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Namanya adalah warung Kang Cepot. Sesuai namanya yang unik, warung ini menyajikan konsep tradisional dengan menu yang juga tradisional.
Baca Juga: Kafe Pondok Kopi Lebo di Dekat Kota Batang Ini Bikin Kangen Rumah Nenek
Suasana jadul sangat terasa ketika memasuki warung ini. Ruangan bagian depan ada meja-meja dan kursi besar dengan nuansa pedesaan yang kental. Sementara ruangan berikutnya adalah tempat berjajar saung-saung lesehan.
Saung-saung itu menghadap ke sebuah kolam ikan dan area persawahan hijau di belakangnya. Kondisi di sana teduh karena banyak tanaman di sekeliling. Ada juga hiasan delman yang bisa jadi spot foto menarik.
"Yang punya kan orang sunda, makanya dikasih nama warung Kang Cepot. Kebetulan yang punya dulu kan kuliah di Bandung. Panggilannya Cepot gitu," ujar Ayu, kasir Warung Kang Cepot pada Jawa Pos Metro Pekalongan.
Baca Juga: Lima Tempat Wisata di Pekalongan yang Recomended, Apa Saja?
Selain itu, warung ini juga menyajikan menu-menu tradisional. Seperti olahan sayur genjer, tumpengan, olahan ikan, hingga ikan wader. Olahan ikan wader ini menjadi salah satu menu yang sulit dijumpai di tempat lain. Seperti wader goreng krispi dan sambel wader.
Beberapa minuman tradisional juga tersedia menemani kalian yang berada di warung tersebut. Seperti gula asem, wedang, juga kelapa muda. Tentunya ada juga beberapa menu cemilan untuk disantap.
"Yang paling laris itu tumpeng kecil-kecil, perporsinya ada juga yang tampah besar itu minimal untuk 5 orang. Tapi yang satuan itu yang paling laris loh. Nasi tumpeng dengan pilihan lauk tradisional. Seperti ayam, daging, wader, dan lainnya," imbuhnya.
Walau tak jauh dari jalan Pantura, warung ini punya suasana yang tenang. Karena berada di tengah area persawahan. Suara jangkrik juga kerap menemani pelanggan yang singgah di malam hari. (yan/ida)