METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Es Dawet Ketan milik Mbak Dari di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, tetap menjadi kuliner favorit warga setempat hingga kini.
Meski usianya sudah turun temurun, minuman tradisional ini tak pernah kehilangan penggemarnya.
“Sudah dari zaman nenek moyang, tapi saya sendiri nggak tahu pasti kapan pertama kali es dawet ketan ini ada,” kata Mbak Dari saat ditemui di warungnya.
Baca Juga: 9 Tips Mendidik Bunga Es Kulkas dengan Mudah hanya dalam 20 Menit
Ia menceritakan, awalnya ia berjualan dengan gerobak. Harga segelas es, waktu itu hanya satu sen.
Kini, es dawet ketan tersebut dijual seharga Rp 8.500 per gelas.
Warung sederhana itu buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Baca Juga: Waspada, Tiga Remaja Ini Bobol 26 Kedai Es Teh di Semarang
“Saya nggak pernah libur, kecuali kalau ada hajatan atau hujan deras dari pagi sampai siang,” tambahnya.
Dalam sehari, Mbak Dari bisa menjual sekitar 100 porsi, meski jumlahnya tidak selalu tetap.
Yang membuat es dawet ketan Mbak Dari berbeda adalah tampilannya yang putih bersih.
Baca Juga: Mi Ayam Bengkulu Cita Rasa Rantau, Lebih Kering dan Makin Enak dengan Saos Bengkulu
Tidak menggunakan pewarna buatan, warna alami dari tepung menjadi ciri khas yang mempermudah proses pembuatan.
“Dari dulu sampai sekarang, saya nggak pernah pakai pewarna, karena biar simple, tetap enak, saya biarkan putih saja biar menjadi ciri khas,” jelasnya.
Salah satu pelanggan tetap, Eka, mengaku sangat menyukai cita rasa asli dari es dawet tersebut.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Berencana Dirikan Pos Pengamanan di Kawasan Kuliner Gemek Kedungwuni
"Saya suka banget sama kinconya. Rasanya beda dari dawet lain. Nggak cuman manis, tapi juga gurih dan lembut," katanya.
Selain es dawet ketan, warung ini juga menjual es campur dan aneka gorengan.
Hal unik lainnya adalah sambal yang disajikan untuk gorengan tersebut. Terbuat dari gula jawa, cabai, dan kecap, sambal ini memiliki cita rasa manis-pedas yang khas.
“Sambalnya itu lho, enak banget! Nggak kalah menarik dari esnya,” puji Eka.
Kehadiran warung Es Dawet Ketan Mbak Dari menjadi bagian penting dari identitas kuliner Desa Podo.
Dengan mempertahankan rasa tradisional dan pelayanan yang ramah, warung ini terus dicintai masyarakat meskipun zaman telah berganti. (rifkahsaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla