Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ayam Melulu dari Kedungwuni, Cita Rasa Rumahan Tanpa Bahan-Bahan Instan

Magang • Sabtu, 12 Juli 2025 | 03:00 WIB
NIKMATNYA MAKAN AYAM : Para pelanggan sedang menikmati Ayam Melulu di kedai di Perumahan Pisma IV Blok D Nomor 01, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
NIKMATNYA MAKAN AYAM : Para pelanggan sedang menikmati Ayam Melulu di kedai di Perumahan Pisma IV Blok D Nomor 01, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Adalah Ayam Melulu, yang sukses mencuri perhatian pecinta kuliner Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Ayam Melulu mengunggulkan cita rasa khas ayam geprek bakar yang diracik dengan bumbu khusus. 

Bermodal nol rupiah dan peralatan seadanya, Fahmi memulai bisnis Ayam Melulu dari rumahnya sendiri sejak tahun 2019.

Tahun 2020, Ayam Melulu resmi pindah ke kontrakan kecil di Perumahan Pisma IV Blok D, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Ia hanya mempekerjakan dua karyawan saat itu. Kini, jumlah karyawan bertambah menjadi lima, seiring dengan melonjaknya jumlah pelanggan.

Mengapa dinamakan Ayam Melulu? Sebetulnya hampir dengan ayam geprek biasa. Namun resepnya hasil racikan sendiri, tanpa bahan instan, dan mengandalkan bumbu olahan rumahan.

“Tapi bumbunya rahasia dapur kami,” jawabnya ketika ditanya detail bumbu racikannya.

Kombinasi pedas manis dan topping keju yang pas, membuat banyak pelanggan ketagihan.

“Dinamakan Ayam Melulu, agar konsumen tak bosan mengonsumsi ayam terus terusan. Istilahnya makan ayam melulu. Maka saya namai Ayam Melulu,” ujarnya.

Bahkan, sekarang menu andalan, justru Ayam Geprek Bakar Mozarella. Ini menjadi magnet utama.

 “Kami selalu melakukan inovasi resep ayam geprek agar menunya lebih bervariasi. Ternyata Ayam Geprek Bakar Mozarella justru digemari banyak orang,” katanya penuh syukur.

Usaha ini beroperasi sejak pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, dan tutup pada Minggu. Penjualan tertinggi terjadi saat akhir pecan.

Namun pada Jumat, 11 Juli 2025, saat wartawan ini meliput, pembeli juga membeludak sejak siang hari.

Kini Ayam Melulu mampu menjual hingga 200 porsi per hari.

Meskipun sukses, Fahmi lebih memilih mempertahankan kualitas rasa dan berencana pindah ke lokasi baru yang masih berada di Kedungwuni.

Selain itu, ia juga ingin menambah menu ringan seperti roti bakar dan kentang goreng, mengikuti permintaan pelanggan.

Salah satu pelanggan, Azzam, mengaku ketagihan. “Saya selalu kembali, karena rasanya yang khas dan tidak enek di lidah. Intinya bikin nagih,” tuturnya. (syafikasaffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kuliner #kabupaten pekalongam #Ayam Melulu Kedungwuni