METROPEKALONGAN.COM, Kedungwuni - Siapa bilang makanan enak harus ada di pinggir jalan besar?
Buktinya, Mi Ayam Pak Kin yang tersembunyi di sebuah gang kecil di Jalan Karanggayam, Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, justru selalu dipadati pelanggan setiap harinya.
Meski hanya bermodalkan garasi rumah, suasana warung yang bersih, tempat duduk yang cukup luas, dan keramahan sang penjual jadi magnet tersendiri.
Harganya pun sangat bersahabat, mulai dari Rp 9 ribu hingga Rp 13 ribu per porsinya. Cocok di kantong pelajar hingga pekerja.
Irma Yuliana, putri dari Pak Dasikin atau yang akrab disapa Pak Kin ini menceritakan awal mula sang ayah terjun ke dunia kuliner pada tahun 2019. Inspirasi datang dari video YouTube tentang mi ayam goreng.
“Waktu itu mikir, di sini belum ada mi ayam goreng. Coba-coba bikin, terus kepikiran buat dibakar pakai daun pisang. Eh, malah banyak yang suka,” ucap Irma.
Uniknya, Mi Ayam Pak Kin tidak hanya menyajikan mi ayam kuah seperti pada umumnya. Ada pula varian mi ayam goreng, mi ayam goreng level, mi ayam sambal matah, dan tentu saja mi ayam bakar yang menjadi primadona di warung Mi Ayam Pak Kin.
Rasanya gurih, bumbunya meresap, dengan aroma smoky yang menggoda dari proses pembakaran. Inilah yang membuat banyak pelanggan ketagihan.
Tak hanya mi nya yang juara, toppingnya pun variative, ada bakso, kepala ayam, sayap, dan tentu saja ceker yang jadi favorit.
Dalam sehari, bisa ludes hingga 150 porsi saat weekday, dan melonjak ke 200 porsi lebih saat akhir pekan. Warung ini buka setiap hari dari jam 10 siang hingga 6 sore kecuali hari Rabu libur.
Promosi awal dilakukan lewat Facebook oleh Irma. Bahkan dulu, Irma sendiri sempat mengantar pesanan hingga ke Karangdadap dan Warung Asem. Kini, karena makin ramai, pelanggan bisa menemukan warung ini di GoFood dan GrabFood.
“Kita juga sudah masuk di Google Maps, soalnya dulu banyak yang kesasar, sampai muter tiga kali,” tambah Irma.
Tiara Roza, salah satu pelanggan setia, menyebut mi ayam Pak Kin memiliki tekstur mi dan ayam yang lembut, bumbu yang meresap, dan bakso yang kenyal serta terasa dagingnya.
“Harganya murah banget untuk rasa seenak ini. Wajib banget coba! Kalo aku si paling suka Mi Ayam Bakar” ujarnya.
Meski lokasinya tersembunyi, kelezatan Mi Ayam Pak Kin tak bisa disembunyikan. Mereka yang sudah mencoba, pasti ingin kembali. Dan buat yang belum, siap-siap jatuh cinta di suapan pertama. (rifkahsaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla