Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Padukan Hobi Suami dan Istri, Kini Jadi Kafe Teras An Najah yang Cocok untuk Nongkrong

Magang • Jumat, 18 Juli 2025 | 02:00 WIB
ESTETIK : Suasana kafe Teras An Najah yang di pepohonan yang rindang menciptakan suasana adem dan asri.
ESTETIK : Suasana kafe Teras An Najah yang di pepohonan yang rindang menciptakan suasana adem dan asri.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Awalnya hanya iseng. Tapi siapa sangka, dari kecintaan sang istri terhadap dunia masak memasak yang dipadu dengan keahlian sang suami sebagai tukang mebel, lahirlah Kafe Teras An Najah.

Bahkan rumah makan bernuansa estetik di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan itu kini ramai dikunjungi para pelanggan dan menjadi tempat untuk nongkrong kaum muda.

Adalah Muhammad Irfan, sang pemilik usaha toko furniture An Najah. “Istri saya hobi masak. Saya punya usaha mebel dengan rumah dan halaman yang luas. Makanya saya manfaatkan saja,” ungkapnya.

Dia menamai kafenya "Teras An Najah". Nama itu memiliki makna tersendiri. “Teras” merujuk pada usaha furniture yang erat kaitannya dengan rumah dan ruang. Sedangkan “An Najah” diambil dari nama usaha mebel.

Ini bukan sekadar kafe biasa. Tempat ini mengusung konsep alam yang sejuk dan estetika yang nyaman.

Semua dari hasil tangan Irfan dalam menata interior berbahan kayu. Saat memasuki area kafe, pengunjung disambut ornamen kayu berbentuk segitiga yang unik.  Di sekeliling kafe, pepohonan yang rindang menciptakan suasana adem dan asri.

Teras An Najah memiliki dua area utama, yakni indoor dan outdoor. Area indoor dilengkapi meja dan kursi kayu yang sederhana namun estetik.

Sementara area outdoor menawarkan nuansa tradisional dengan tiga bangunan berbentuk joglo. Dilengkapi dengan ayunan dan tempat duduk santai. Anak-anak pun bisa menikmati es krim yang dijual khusus untuk mereka.

Menjelang sore sekitar pukul 15.00 WIB, banyak keluarga berdatangan untuk menikmati suasana.

Mereka biasanya betah duduk selama dua jam lebih, berbincang sambil menikmati hidangan. Menu favorit di sini adalah nasi goreng dan paket ayam Teras An Najah.

Menunya rutin diperbarui setiap dua minggu hingga sebulan sekali, menyesuaikan selera pengunjung.

Bahkan saat malam hari, suasana semakin syahdu dengan kelap-kelip lampu yang menghiasi area outdoor.

Tak heran, banyak pelanggan merasa betah berlama-lama. Salah satunya Dina, pelanggan setia yang menyebut tempat ini “adem, homies, dan nyaman”.  Ia kerap datang di sore hari dan selalu memesan chicken katsu dan es teh.

Teras An Najah terbuka untuk semua kalangan, dari anak muda, keluarga, hingga komunitas lokal.

Meski sempat mengalami masa sulit saat hujan deras hingga menyebabkan pengunjung sepi, Irfan dan keluarga tetap bertahan.

“Yang terpenting terus memperbaiki kualitas, mendengarkan komplain pelanggan, dan jangan cepat menyerah,” katanya.

Strategi promosi pun dilakukan secara digital. TikTok menjadi media utama mereka untuk memperkenalkan suasana kafe, menu-menu terbaru, hingga cerita di balik layar. Hasilnya, Teras An Najah makin dikenal dan diminati.

Ke depan, Irfan berharap bisa merenovasi tempat dan membuka cabang baru. Lebih dari itu, ia ingin memperkenalkan usahanya lebih luas dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

kulinerBaca Juga: Sapitan Kuliner Legendaris Asal Kabupaten Pekalongan, Begini Cerita di Balik Rasanya yang Otentik

“Buat anak muda yang mau mulai usaha, jangan kebanyakan tidur, jangan takut. Mulai aja dulu,” pesannya.

Teras An Najah buka setiap hari dari pukul 14.00 hingga 23.00 WIB. Menyambut siapa pun yang ingin pulang sejenak, meski hanya sekadar lewat makan dan obrolan hangat. (syafikasaffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kuliner #Kafe Teras An Najah #Furniture Cafe #kabupaten pekalongam