Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ayam Panggang H Bari, Warung Sederhana dengan Cita Rasa Melegenda Sejak 1980-an

Magang • Senin, 21 Juli 2025 | 06:00 WIB
BIKIN NAGIH : Warung Makan Ayam Panggang H Bari ini selalu ramai pembeli, karena cita rasanya yang selalu bikin nagih.
BIKIN NAGIH : Warung Makan Ayam Panggang H Bari ini selalu ramai pembeli, karena cita rasanya yang selalu bikin nagih.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Di antara deretan warung makan di Pekalongan, ada satu yang tak pernah kehilangan pengunjung meski zaman terus berganti. Namanya Ayam Panggang H. Bari.

Dari luar, tampilannya tak jauh berbeda dengan warung makan kampung pada umumnya. Namun, siapa sangka, dari balik asap dapur sederhana itu, tersimpan rasa otentik yang telah menggoda lidah sejak tahun 1980-an.

Terletak di Jalan Mayjen Sutoyo nomor 87, Desa Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, warung ini seperti magnet bagi para pencinta kuliner ayam kampung.

Memasuki waktu makan siang, suasananya langsung berubah. Antrean mengular, suara pesanan bersahut-sahutan, dan aroma ayam panggang yang smoky langsung menyambut dari kejauhan.

“Setiap pulang kampung, saya pasti menyempatkan makan di sini. Kalau belum makan Ayam Panggang H. Bari, rasanya seperti belum pulang ke Pekalongan. Ini bukan cuma soal makanan, tapi juga kenangan.” ungkap Lyaa, pelanggan asal Jakarta yang mengaku selalu rindu masakan H. Bari saat jauh dari Pekalongan.

LEZAT : Ayam Panggang H Bari disajikan bersama lalapan segar dan kuah santan merah khas, Sabtu (19/7/2025).
LEZAT : Ayam Panggang H Bari disajikan bersama lalapan segar dan kuah santan merah khas, Sabtu (19/7/2025).

Ayam Panggang H. Bari tidak hanya menyajikan ayam panggang. Ada juga ayam goreng, dan aneka jeroan yang dihidangkan dengan sambal merah santan yang menggoda.

Satu porsi ayam panggang lengkap dengan nasi dan es jeruk hanya dibanderol Rp 35 ribu. Jika hanya ingin ayamnya saja, cukup merogoh kocek mulai dari Rp 22 ribu.

Uniknya, rasa Ayam Panggang H. Bari tak pernah berubah. Hal ini jadi alasan warung ini tetap ramai. Bahkan di era serba digital seperti sekarang.

Rahasianya pada bumbu turun-temurun. Selain itu, penggunaan ayam kampung asli yang dimasak perlahan di atas bara api, menciptakan tekstur lembut dengan aroma asap yang menggugah selera.

Menurut salah satu karyawan H Bari, saat ini warung ini dikelola oleh generasi kedua keluarga H. Bari.

Namun meski berpindah tangan, mereka tetap mempertahankan cara masak tradisional yang jadi ciri khas sejak awal. Tak heran, warung ini bisa menjual hingga 300 porsi per hari.

Zulfy, salah satu pelanggan setia mengatakan, “Rasanya nggak berubah sejak saya kecil. Ayamnya empuk, kuah santannya pedas gurih, dan smokynya itu lho... khas banget!”

Warung ini bukan hanya tempat makan, melainkan simbol rasa, tradisi, dan kerinduan. Di tengah gempuran restoran cepat saji dan makanan kekinian.

Ayam Panggang H. Bari tetap berdiri kokoh dengan rasa legendaris yang membumi dan dicintai lintas generasi. (rifkahsaffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kuliner #Wiradesa #kabupaten pekalongam #Ayam Panggang H Bari