METROPEKALONGAN.COM, Kedungwuni – Di balik aroma kopi khas dari Ethiopia menyambut pengunjungnya, Sextor’s Coffee menyimpan kisah perjalanan panjang dan filosofi yang tidak biasa.
Sextor’s Coffee ini berlokasi di pinggir Jalan Raya Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Kafe ini dibuka sejak 4 Januari 2022 oleh Muhammad Sukron, sang owner, bersama Ari Wi Arya sebagai penanggung jawab yang ikut terlibat sejak perencanaan awal.
Menariknya, gagasan membangun kafe ini sudah ada sejak tahun 2017, saat Sukron mulai mencari referensi kafe.
Setelah riset bertahun-tahun dan berbagai persiapan, akhirnya terealisasi di tahun 2020 dan resmi dibuka dua tahun kemudian.
Sebelum menjadi kafe, Sextor’s Coffee dikenal sebagai merek celana distro yang juga menempati lokasi yang kini menjadi kedai kopi.
Strategi pemasarannya mengandalkan media sosial dan pengalaman emosional yang hangat. Terutama pelayanan para barista dan owner terhadap pelanggan.
Sextor’s juga pernah bekerja sama dengan influencer lokal seperti Siho. Bahkan aktif menjalin relasi dengan berbagai komunitas, mulai dari Patina, komunitas motor tua, hingga komunitas motor custom.
Dari segi desain, kafe ini memadukan nuansa klasik dan modern. Alih-alih menciptakan ruang bergaya Eropa yang mewah, mereka memilih desain yang homies dengan kursi lengkap sandaran tangan.
Baca Juga: Jadi Tempat Mesum, Kembali Satpol PP Kabupaten Batang Razia Kafe Sigandu
Suasana tenang jauh dari kebisingan kota menjadi keunggulan pelayanan. Termasuk tanpa live music demi menciptakan ruang ngobrol yang lebih nyaman.
"Kami ingin orang merasa seperti di rumah sendiri. Duduk nyaman, ngobrol santai, dan betah berlama-lama di sini," ungkap Ari.
Tak heran jika Sextor’s mampu menarik sekitar 200 pengunjung per hari, bahkan dari luar daerah seperti Batang, Comal, dan Kota Pekalongan. Hari Jumat dan malam Minggu jadi waktu paling ramai.
Meski punya keinginan membuka cabang, Sukron lebih memilih untuk fokus di satu tempat demi menjaga kualitas dan profesionalisme.
Baginya, penting untuk memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan. Prinsip ini juga ditanamkan ke 6 karyawannya, yang dituntut tetap ramah dan profesional dalam melayani pengunjung.
Nama “Sextor’s” sendiri dipilih karena terdengar unik, enak diucapkan, dan mudah diingat.
Baca Juga: Kafe Pondok Kopi Lebo di Dekat Kota Batang Ini Bikin Kangen Rumah Nenek
"Aku tahu tempat ini dari teman. Konsepnya beda, unik, dan harganya juga masih terjangkau," kata Isma, salah satu pengunjung Sextor’s Coffee.
Di tengah gempuran inflasi dan tren konten di media sosial yang terus berubah, Sextor’s Coffee berusaha bertahan.
Bukan hanya lewat cita rasa kopi, tapi juga dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang penuh rasa. (syafikasaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla