METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pandemi Covid-19 bencana membawa berkah. Berawal dari pandemi itu, menyebabkan usaha rias pengantin sepi.
Namun Fida Arya, warga Desa Kutosari, Kabupaten Pekalongan, menemukan jalan baru lewat dapur.
Peralatan manten seperti layos dan dekorasi pelaminan yang semula hanya tersimpan, kini disulap menjadi ornamen unik Pondok Makan Arum Sarikuto.
Nama “Arum Sarikuto” sendiri dipilih karena lokasinya di Desa Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Kemudian ditambahkan kata “arum” agar harum dikenal masyarakat luas.
Buka sejak 2017 dengan konsep tempat makan terbuka berdekorasi manten di halaman rumah. Pada 2023, Arum Sarikuto resmi berbentuk bangunan.
Pondok makan ini dikenal lewat ayam goreng dan ayam bakarnya dengan berbumbu racikan Fida sendiri. Ini karena Fida memang jago memasak, mengandalkan resep rumahan yang kaya rasa dan harum.
Meski usaha pondok makan ini sempat mengalami pasang surut karena pandemi dan persaingan usaha, rumah makan ini tetap bertahan. Hal ini karena dikelola keluarga dan tidak perlu membayar sewa.
Strategi promosinya masih sebatas getok tular. Setiap hari rata-rata 200 pengunjung datang, bahkan banyak dari Kota Pekalongan yang rela kembali.
Buka setiap hari pukul 10.00 WIB sampai 22.00. Kini RM Arum Sarikuto punya dua cabang di wilayah Doro.
Fasilitas karaoke juga disediakan agar pengunjung bisa bersantai sambil menunggu pesanan. Ke depannya, halaman rumah yang masih luas akan dimanfaatkan untuk membuka warung tambahan.
Salah satu pelanggan setia, Zila mengaku sudah sering makan di sini. “Masakannya memang enak dan beda dari yang lain,” ujarnya.
Dengan semangat pantang menyerah dan doa yang tak putus, Fida Arya menjadikan rumah makan bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang penuh cerita dan rasa. (syafikasaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla