METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Tak butuh tempat mewah, soto ayam kampung racikan Bu Wasiah cukup menebar aroma bumbu khas Semarangan sudah menarik hati pelanggan dari dalam hingga luar kota.
Dengan kuahnya yang bening, rasa gurih dengan potongan ayam kampung dan soun, memberikan tawaran yang berbeda.
Ini berbeda dengan soto Pekalongan yang berwarna gelap karena menggunakan tauco. Resepnya yang diwariskan sang suami, menjadi alasan Wasiah memilih menyajikan soto Semarang.
Perlu diketahui, Wasiah, warga asli Pekalongan, kembali ke tanah kelahirannya setelah bertahun-tahun ikut sang suami tinggal di Semarang.
Kepulangannya bukan sekadar pulang kampung, melainkan membawa pulang cita rasa khas ibu kota Jawa Tengah yang kini ramai diburu pencinta kuliner Pekalongan.
Sejak 2008, ia merintis usaha warung soto ayam khas Semarang di tepi Jalan Raya Kutosari, Doro, Kabupaten Pekalongan.
Selain soto, menu andalan lainnya adalah garangasem ayam khas Semarang yang banyak diminati warga Pekalongan.
Meski lokasinya berada di kawasan perkampungan, warung ini tak pernah sepi. Rata-rata, 300 porsi ludes terjual setiap hari. Namun hari Jumat menjadi waktu paling ramai dikunjungi.
Pelanggan setia tak hanya tidak hanya dari sekitar Doro, tetapi juga dari luar daerah seperti Batang dan Kota Pekalongan.
Ani, salah satu pelanggan, mengaku kerap datang bersama keluarga karena rasa bumbunya yang kuat dan lezat. “Enak banget, bumbunya nendang. Selalu ingin balik lagi,” tuturnya.
Tantangan lokasi yang agak terpencil tak membuat Wasiah surut semangat. Ia mengandalkan promosi getok tular dan berharap usahanya terus berkembang.
“Semoga makin lancar dan pelanggan makin banyak,” ujarnya.
Warung soto milik Wasiah buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Meski sederhana, kehangatan rasa dan cerita di balik racikan sotonya menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang. (syafikasaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla