Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Menhub Dudy Ketagihan Megono Pekalongan, Makan Lahap hingga Nambah Nasi  

Lutfi Hanafi • Senin, 26 Januari 2026 | 00:05 WIB
 
SANTAP - Menhub Dudy saat bersantap kuliner khas Pekalongan ditemani Walikota Mas Aaf di Warung Pojok, beberapa waktu kemarin.
SANTAP - Menhub Dudy saat bersantap kuliner khas Pekalongan ditemani Walikota Mas Aaf di Warung Pojok, beberapa waktu kemarin.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi ke Kota Pekalongan menyisakan cerita hangat yang tak tercatat di agenda resmi.

Di sela peninjauan jalur kereta api (KA) yang sempat terdampak banjir, rombongan Kementerian Perhubungan (Kememhub) justru berhenti di warung sederhana. Di sanalah, sang Menteri “jatuh cinta” pada cita rasa.

Berjalan kaki usai meninjau kawasan sekitar Stasiun KA Pekalongan, Menhub bersama rombongan diajak Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mampir ke Warung Pojok Ibu Hj. Mufadhilah, tepat di depan pintu keluar stasiun.

Baca Juga: Jalur KA Pekalongan–Sragi Pulih, Kereta Tetap Jalan Terjang Banjir

Warung yang buka 24 jam itu dikenal luas sebagai penjaga rasa kuliner khas Pekalongan.

Di meja-meja kayu sederhana, Menhub duduk santai bersama wali kota, jajaran direksi PT KAI, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Kapolres Pekalongan Kota, serta sejumlah deputi Kemenhub.

Tanpa sekat protokoler, mereka menikmati hidangan khas yang telah melegenda, nasi megono, soto tauto, garang asem, cumi, tahu, dan tempe goreng.

Baca Juga: Banjir Pekalongan Ditangani Sistematis, Pusat Siapkan Pompa dan Polder

Sendokan demi sendokan nasi megono—olahan nangka muda berbumbu kelapa—habis tanpa sisa.

Bahkan, suasana kian cair saat Menhub terlihat menambah nasi, tanda kuliner rakyat Pekalongan ini benar-benar menggoda selera.

Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf mengungkapkan, singgahnya rombongan ke Warung Pojok bukan kebetulan.

Baca Juga: Anniversary Crown Dupan Club, DJ Nathalie dan Viloid Siap Guncang Pekalongan

Ia memang sengaja mengajak Menhub untuk merasakan langsung kekayaan rasa kuliner Pekalongan.

“Saya memang sengaja mengajak Pak Menteri mampir ke warung ini. Kebetulan melewati. Ini kuliner khas Pekalongan. Sederhana, tapi rasanya otentik dan dijamin nikmat,” ujar Mas Aaf.

Menurutnya, Pekalongan tidak hanya dikenal lewat batik dan sejarahnya, tetapi juga lewat dapur rakyat yang setia menjaga rasa dari generasi ke generasi. Megono dan soto tauto adalah identitas kota yang lahir dari keseharian warganya.

Baca Juga: Wali Kota Apresiasi Dukungan BNPB Tanggulangi Banjir Pekalongan

“Walaupun warungnya sederhana, rasanya tidak sederhana. Dan tadi bisa dilihat sendiri, rombongan Kementerian Perhubungan semuanya suka. Bahkan ada yang sampai nambah nasi,” ucapnya sambil tersenyum.

Momen santai itu berlangsung hampir satu jam. Rombongan larut dalam obrolan ringan, menikmati sajian tanpa formalitas.

Sebelum akhirnya beranjak menuju Stasiun Pekalongan untuk kembali ke Jakarta menggunakan kereta api yang telah disiapkan.

Baca Juga: Banjir Pekalongan Bikin Stok Darah Kritis, PMI Jemput Pendonor ke Lapangan

Warung Pojok Ibu Hj. Mufadhilah memang bukan tempat asing bagi para pelintas kota. Berlokasi di Jalan Gajah Mada Barat, Kramatsari, Pekalongan Barat, warung ini telah puluhan tahun melayani penumpang kereta dan warga lokal.

Menu andalannya selain megono adalah sego otot, soto tauto dengan pilihan daging atau jeroan, serta aneka masakan rumahan dengan harga terjangkau, mulai Rp 8.000 hingga Rp 25.000 per porsi.

Bagi Mas Aaf, pengalaman makan bersama di warung rakyat justru menjadi cara paling jujur mengenalkan Pekalongan.

Baca Juga: Tak Sekadar Bantuan, Kapolres Pemalang Datangi Rumah Bareng Anggota

“Kadang yang membekas itu bukan seremoni besar, tapi pengalaman kecil seperti ini. Duduk bersama, makan megono, ngobrol santai. Itulah Pekalongan,” tandasnya.

Kunjungan Menhub kali ini tak hanya meninggalkan catatan teknis soal transportasi dan banjir, tetapi juga kisah sederhana tentang rasa, kehangatan, dan kuliner rakyat yang mampu menyatukan siapa saja—bahkan seorang menteri—di meja makan yang sama. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kemenhub #Mentri perhubungan #Soto Tauto #kuliner #Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi #Walikota Pekalongan Aaf #Soto Tauto Pekalongan #Warung Pojok Ibu Hj Mufadhilah #Garangasem #warung pojok stasiun pekalongan #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Megono