METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana UMKM Center Pekalongan di Jalan Surobayan Wonopringgo, Desa Madukaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dipadati pengunjung.
Sejak pukul 07.30 WIB, pada Sabtu pagi 4 Juli 2026, sudah sangat ramai. Tampak konsumen dari berbagai kalangan silih berganti datang untuk berburu aneka jajanan tradisional yang dijajakan para pelaku UMKM.
Deretan lapak berjajar rapi di sepanjang trotoar dengan beragam pilihan kuliner, mulai dari ubi rebus, aneka umbi-umbian kukus, kue basah berbungkus daun pisang, hingga berbagai gorengan dan minuman tradisional.
Para pedagang, terlihat kompak mengenakan kebaya. Busana yang mereka kenakan, semakin memperkuat nuansa pasar tradisional yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Menariknya, Pusat UMKM Center Pekalongan tersebut, kini buka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sebelumnya, kawasan ini hanya beroperasi pada Jumat dan Minggu.
Penambahan hari operasional setiap Sabtu dilakukan sekitar tiga bulan terakhir karena tingginya antusiasme masyarakat yang terus meningkat.
Dengan jadwal baru tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmati kuliner tradisional sekaligus mendukung produk UMKM lokal.
Salah seorang pedagang, Lily mengatakan, dirinya telah berjualan sejak pusat UMKM tersebut resmi dibuka pada 23 November tahun lalu.
Menurutnya, kehadiran pusat UMKM ini membawa perubahan positif bagi usahanya. "Alhamdulillah, sejak jualan di sini kegiatan lebih banyak dan pemasukan juga bertambah," ujarnya.
Selain berjualan di Pusat UMKM Center Pekalongan, Lily juga memproduksi aneka jajanan basah yang dititipkan ke sejumlah penjual di kampungnya, serta menerima pesanan snack box dan katering.
Ia menjelaskan, para pedagang yang berjualan merupakan pelaku UMKM binaan pemerintah daerah. Untuk menjaga ciri khas pasar, seluruh pedagang diwajibkan mengenakan kebaya saat berjualan.
Selain itu, setiap lapak menjual produk yang berbeda sehingga tidak terjadi persaingan dagangan sejenis dan pengunjung dapat menemukan variasi kuliner yang lebih beragam dalam satu lokasi.
Untuk dapat berjualan di Pusat UMKM Center Pekalongan, pelaku UMKM harus mendaftarkan usahanya melalui dinas terkait dan membayar biaya sewa lapak yang berlaku selama satu tahun.
Seluruh bahan makanan yang dijual juga dipastikan masih segar karena dibeli langsung dari pasar setiap dini hari.
Bahkan, sebagian pedagang telah memulai aktivitas sejak selepas Subuh untuk berbelanja bahan baku, menyiapkan dagangan, hingga membuka lapak sebelum pengunjung berdatangan.
Keberadaan Pusat UMKM Center Pekalongan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan kuliner tradisional khas Pekalongan.
Kini, kawasan tersebut tak hanya menjadi tempat berbelanja jajanan pasar, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor Layla