Apem Khas Pekalongan: Sejarah, Bahan, Cara Membuat, dan Perbedaannya dengan Apem Daerah Lain

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:04 WIB
Apem Kesesi (Foto : Istimewa)
Apem Kesesi (Foto : Istimewa)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan  – Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal sebagai salah satu sentra batik, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satunya adalah Apem Kesesi, makanan khas Pekalongan yang memiliki cita rasa manis legit serta cara pembuatan yang masih mempertahankan tradisi lokal.

Apem Kesesi berasal dari Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Kudapan ini menjadi salah satu jajanan tradisional yang cukup dikenal masyarakat Pekalongan dan daerah sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat Apem Kesesi sebagai kudapan tradisional yang mulai muncul sekitar tahun 1960-an, antara lain dikaitkan dengan pelaksanaan Khaul Mbah Kiai Gendon. Apem Kesesi kemudian terus dibuat dan diwariskan oleh masyarakat setempat dari generasi ke generasi.

Bahkan, Apem Kesesi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Jawa Tengah. Sertifikat penetapan tersebut tercatat dengan Nomor 2162/Dit.PK/Sertifikat/2024.

Baca Juga: Mengenal Pindang Tetel Pekalongan, Sejarah, Rasa, dan Tempat Makannya

Sejarah Apem Kesesi Khas Pekalongan

Apem sebenarnya bukan hanya dikenal di Pekalongan. Kue tradisional ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dengan bentuk, bahan, rasa, serta cara pembuatan yang berbeda.

Namun, Apem Kesesi mempunyai karakter tersendiri. Makanan ini berkembang di masyarakat Desa Kesesi dan dibuat menggunakan bahan sederhana seperti tepung beras dan gula aren atau gula merah.

Menurut informasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Apem Kesesi pertama kali muncul sekitar dekade 1960-an. Seiring waktu, pembuatannya menjadi tradisi yang terus diwariskan masyarakat Dukuh Bantul, Desa Kesesi.

Dalam perkembangannya, Apem Kesesi juga dikenal dengan nama Apem Comal di sebagian masyarakat. Hal ini karena banyak produsen dari Kesesi yang menjual produknya ke wilayah Comal, Kabupaten Pemalang.

Karena lokasinya berdekatan dengan Comal dan pemasaran banyak dilakukan di wilayah tersebut, sebagian pembeli kemudian lebih mengenalnya sebagai Apem Comal.

Bahan Baku Apem Kesesi

Salah satu daya tarik Apem Kesesi adalah penggunaan bahan bakunya yang sederhana.

Bahan utama yang digunakan antara lain:

Sumber Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa bahan utama Apem Kesesi adalah tepung beras dan gula aren. Campuran kedua bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan legit yang menjadi karakter utama kue ini.

Beberapa pembuat juga menggunakan bahan tambahan atau variasi tertentu. Namun, penggunaan tepung beras, gula aren, serta alas daun pisang menjadi bagian penting dari karakter tradisional Apem Kesesi.

Baca Juga: 6 Makanan Khas Pekalongan yang Wajib Dicoba, Ada Tauto hingga Nasi Megon,

Cara Membuat Apem Kesesi

Proses pembuatan Apem Kesesi masih mempertahankan sejumlah teknik tradisional.

Secara umum, beras terlebih dahulu dicuci dan direndam selama beberapa waktu. Setelah itu, beras digiling hingga menjadi tepung. Tepung kemudian dicampur dengan air dan gula merah atau gula aren yang telah dicairkan.

Adonan tersebut selanjutnya dicetak menggunakan alas daun pisang. Dalam proses tradisional, pembuat Apem Kesesi menggunakan peralatan seperti dandang, sarangan, serta anyaman bambu.

Setelah adonan berada di atas daun pisang, apem kemudian dikukus hingga matang. Sumber Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut proses pengukusan dilakukan sekitar 30 menit, sementara sumber lain mengenai pembuatan tradisional mencatat durasi yang dapat berbeda tergantung metode dan peralatan yang digunakan.

Penggunaan daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai alas. Aroma daun pisang yang terkena uap panas turut memberikan karakter tersendiri pada Apem Kesesi. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
kuliner pekalongan Makanan khas Pekalongan warisan budaya pekalongan apem khas pekalongan Apem Kesesi