METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan –Kementerian Hukum dan HAM (Kemenku HAM) melalui rumah tahanan dan Lapas mempersilahkan keluarga Warga Binaan untuk titip menu takjil puasa ke dalam tahanan.
Ini sebagai bentuk penghargaan bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah suci di bulan Ramadan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Sastra Irawan, menjelaskan, meski penitipan menu takjil dibuka aksesnya, tetap harus melalui prosedur keamanan yang ketat.
Semua barang yang diterima dalam layanan penitipan makanan ini akan digeledah secara cermat oleh petugas lapas.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang atau benda yang dapat membahayakan keamanan lingkungan rumah tahanan dan Lapas," katanya.
Menurutnya, penitipan makanan atau menu takjil, terbagi menjadi dua kategori, yakni untuk tahanan dan narapidana.
Penitipan makanan untuk tahanan, dilberakukan hanya pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara, untuk narapidana tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Itupun hanya dilayani dari pukul 14.00 sampai 15.00 WIB. Adapun hari Minggu daan libur Nasional layanan ini ditiadakan.
Selain itu, harus mematuhi peraturan lainnya, yakni berat makanan (takjil) maksimal adalah 2 kilogram. Disarankan makanan yang dititipkan adalah makanan yang tidak cepat basi.
Makanan yang diperbolehkan adalah makanan khas berbuka puasa dan sahur. Misalnya nasi (maksimal 3 bungkus), kolak, es buah, kurma, gorengan dan masakan rumahan.
Rutan Pekalongan hanya menerima titipan makanan siap saji. Tidak menerima bahan makanan mentah misalnya mie instan, kopi, teh, gula, susu, sabun, dan segala jenis pakaian. Juga dilarang menitipkan segala jenis sambal dan makanan berbau menyengat.
Selanjutnya, untuk layanan kunjungan tatap muka, hanya dilaksanakan pagi hari, dari pukul 09.00 sampai 11.30 WIB. Sore hanya untuk penitipan takjil atau barang.
“Teknis pembagian makanan pagi dan barang bawaan pengunjung, kami bagikan pada saat pembagian jatah makan malam mulai pukul 17.00 WIB atau 5 sore,” uangkapnya.
Pihaknya berharap, dengan layanan penitipan takjil ini, warga binaan di Rutan Kelas IIA Pekalongan bisa menikmati masakan dari keluarga masing masing selama bulan Ramadan.
Hal ini untuk meningkatkan semangat warga binaan dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah ibadah lainnya selama Ramadan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla