METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Ribuan warga dari berbagai daerah mengikuti pemakaman Syarifah Salma binti Hasyim bin Yahya, istri Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Iringan doa ribuan pelayat terus mengalun tiada berhenti. Bahkan warga yang menunggu iringan jenazah di pinggir jalan, terus melantunkan tahlil.
Sempat menjalani perawatan semalam di RS Budi Rahayu, langsung disemayamkan di rumah duka Jalan Dr Wahidin, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Sekitar pukul 14.10 WIB, jenazah almarhumah Syarifah Salamah, diberangkatkan dari Kanzus Sholawat menuju Masjid Agung Kauman. Ribuan pelayat ikut mengiringi dengan berjalan kaki.
Usai salat ashar, jenazah Syarifah Salma disalati oleh ribuan warga. Turut hadir puluhan pejabat lokal hingga nasional.
"Untuk pemakaman, di makam keluarga di Kompleks Maqbarah Sapuro, Kota Pekalongan ," kata Sekretaris Umum Kanzus Sholawat Pekalongan Sumarjo.
Usai disalati, jenazah Syarifah Salma dibawa menuju Kompleks Makam Sapuro di Kelurahan Sapuro Kebulen, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Ribuan rombongan pelayat melewati Jalan Kartini menuju Jalan Pantura, Jalan Jendral Sudirman, hingga menuju Jalan Irian, kompleks Makam Sapuro.
Berdasarkan pantauan METROPEKALONGAN.COM, hampir di seluruh jalur masuk Makam Sapuro sudah penuh masyarakat. Baik warga lokal Pekalongan maupun di sekitar wilayah Pekalongan. Bahkan banyak yang datang dari luar kota, seperti Semarang, Demak, Kudus, Brebes dan berbagai daerah lainnya.
Habib Luthfi tampak hadir mengiringi jenazah istrinya, bersama anak, menantu, dan cucunya. Turut mendampingi beberapa pejabat tinggi nasional maupun daerah, petinggi TNI dan Polri, ketua ormas, hingga masyarakat umum di lokasi pemakaman.
Puluhan anggota polisi. TNI, Brimob, dibantu anggota Banser se-Pantura dan berbagai petugas ormas, melakukan penjagaan di setiap titik di lokasi pemakaman.
Ribuan pelayat yang hadir, mengikuti seluruh prosesi pemakaman dengan tertib. Mulai dari talqin hingga tahlil, ribuan pelayat yang hadir ikut berdoa bersama hingga prosesi pemakaman selesai.(han/ida)
Editor : Ida Nor Layla