Pasukan Telo Gerak Cepat Evakuasi TKW Ribut Uripah dari Malaysia
Lutfi Hanafi• Jumat, 7 Maret 2025 | 06:30 WIB
KOMUNIKASI - Anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo saat menyambungkan komunikasi PMI asal Batang yang hilang dengan keluarganya di Bawang Batang, Kamis (6/3/2025).
METROPEKALONGAN.COM, Jakarta – Ribut Uripah, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Batang, yang sebelumnya dilaporkan tinggal sendirian di pinggiran Kota Malaysia, berhasil dievakuasi.
Tim ini dipimpin langsung oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Yoyok Riyo Sudibyo.
Operasi evakuasi ini berlangsung cepat, dengan koordinasi intensif antara berbagai pihak terkait.
Informasi mengenai kondisi Ribut Uripah pertama kali muncul melalui media sosial, diunggah oleh Kris, seorang aktivis PMI asal Medan yang berdomisili di Malaysia.
Mengetahui hal ini, Yoyok Riyo Sudibyo segera berkomunikasi dengan Kris untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Selain itu, Yoyok juga berkoordinasi dengan Antok, rekannya dari daerah Batang, yang memiliki pengetahuan tentang situasi tersebut.
Setelah mendapatkan informasi lokasi, tim yang dipimpin oleh Yoyok melakukan pendekatan langsung kepada Ribut Uripah.
Awalnya, Ribut tampak takut berinteraksi dengan orang asing.
Namun, melalui komunikasi yang sabar dan pendekatan dengan menggunakan bahasa lokal Batang, serta bantuan video call dengan warga kampungnya, Ribut akhirnya bersedia diajak berkomunikasi dan dievakuasi.
Yoyok kemudian menghubungi Duta Besar Indonesia di Malaysia, yang merespons dengan cepat dan memberikan bantuan luar biasa.
Dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk Kartu Keluarga yang difasilitasi oleh perangkat desa dan Pemkab Batang, dikirimkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memproses evakuasi Ribut.
Selain itu, Brigjen Wiranto, seorang senior Yoyok, juga memberikan dukungan dalam proses pemulangan Ribut ke Indonesia.
Yoyok dan timnya terus memantau perkembangan proses ini hingga Ribut dapat kembali ke tanah air.
Kasus Ribut Uripah menambah daftar panjang nasib tragis yang dialami oleh TKW di Malaysia.
Sebelumnya, beberapa kasus serupa juga terjadi, seperti yang dialami oleh Santi Restauli Simbolon yang ditemukan tewas membusuk di dalam lemari pada tahun 2018.
Selain itu Mida Situmorang dan lima anaknya yang terlantar di hutan Batu Sembilan, Bintulu, Malaysia.
Kisah-kisah ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh para pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Upaya cepat dan koordinasi efektif yang dilakukan oleh Yoyok Riyo Sudibyo dan timnya dalam mengevakuasi Ribut Uripah patut diapresiasi.
Hal ini menunjukkan pentingnya peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam melindungi dan membantu warga negara Indonesia yang menghadapi kesulitan di luar negeri. (han/ida)