METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024, BPK RI kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkot Pekalongan.
Opini WTP ke-10 secara berturut-turut ini membuktikan konsistensi dan komitmen Pemkot Pekalongan dalam menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran publik.
Laporan diserahkan secara langsung oleh BPK RI Perwakilan Jateng, Kamis 5 Juni 2025.
“Ini bukan hanya sebuah prestasi administratif. WTP ke-10 adalah cermin dedikasi seluruh ASN kami dalam memastikan setiap rupiah anggaran digunakan dengan tanggung jawab dan transparansi,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf.
Kepala BPKAD Kota Pekalongan Ir. Anita Heru Kusumorini menambahkan, opini WTP ini diraih berkat penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang disiplin, serta penguatan sistem pengendalian internal di seluruh perangkat daerah.
Tak hanya itu, penggunaan sistem informasi keuangan yang terintegrasi juga mempercepat proses pencatatan, penatausahaan, hingga pelaporan.
Pemkot Pekalongan juga melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data secara berkala untuk mencegah potensi kesalahan sejak awal.
“Kami juga fokus pada peningkatan kapasitas SDM keuangan melalui pelatihan rutin agar mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan teknologi,” terang Anita.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam audit tahun ini adalah keterbukaan informasi keuangan kepada publik.
Pemkot secara rutin memublikasikan laporan keuangan melalui berbagai media sebagai bentuk pertanggungjawaban yang terbuka.
“Hal ini memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjadi indikator penting dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan professional,” katanya.
Mas Aaf menegaskan, capaian ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju peningkatan pelayanan publik yang lebih prima.
“Kami akan terus berinovasi dan menyempurnakan sistem, karena tujuan akhirnya adalah menciptakan layanan publik yang berkualitas berbasis pengelolaan keuangan yang efisien dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Dengan raihan WTP 10 kali berturut-turut, Kota Pekalongan kini sejajar dengan daerah-daerah terbaik di Indonesia dalam hal tata kelola keuangan.
Sebuah pencapaian yang pantas menjadi inspirasi bagi kota-kota lainnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla