METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sosok perempuan tangguh yang berada di balik legenda Kapolri, Jenderal Hoegeng, kembali menjadi perhatian publik.
Merry Roeslani Hoegeng, istri mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada Senin, 23 Juni 2025 lalu.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena mendapat undangan khusus untuk menghadiri perayaan ulang tahun Eyang Merry Hoegeng di Jakarta.
Dalam keterangannya pada Jumat 27 Juni 2025, Mas Aaf menyampaikan doa dan penghormatan tinggi dari masyarakat Kota Pekalongan untuk sosok yang sangat berjasa itu.
“Saya mendapatkan kehormatan besar diundang langsung dalam acara selamatan HUT ke-100 Eyang Merry Hoegeng. Sosok beliau bukan hanya istri dari tokoh Polri legendaris, Jenderal Hoegeng, tapi juga pahlawan perempuan yang ikut berjuang dalam peristiwa 3 Oktober di Pekalongan melawan penjajah Jepang,” ungkap Mas Aaf panggilan akrabnya.
Dalam peristiwa itu, banyak pejuang gugur, namun semangat patriotisme rakyat tak surut.
Merry menjadi salah satu saksi hidup sekaligus tokoh penting di balik layar perjuangan.
“Sehat terus, Eyang Merry. Terus menjadi inspirasi bagi kami semua, masyarakat Kota Pekalongan dan seluruh Indonesia. Kami doakan selalu diberikan kekuatan dan kebahagiaan di usia ke-100 ini,” tutur Aaf penuh haru.
Baca Juga: Pekalongan Darurat Sampah! Wali Kota Bongkar Fakta Mengejutkan
Merry Hoegeng dikenal luas karena perannya mendampingi Jenderal Hoegeng — tokoh polisi teladan yang dikenang karena integritas, kejujuran, dan kesederhanaannya.
Dalam banyak kesempatan, Eyang Merry disebut sebagai kekuatan moral di balik kiprah besar sang jenderal.
“Di balik sukses besar Jenderal Hoegeng, ada sosok istri hebat dan setia mendampingi dalam suka dan duka. Sosok yang tak hanya menjadi pendamping, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa,” tambah Mas Aaf.
Baca Juga: BI Tegal Pindah Sementara, Tapi Tenang, Layanan Tetap Jalan Seperti Biasa
Perayaan HUT ke-100 Merry Hoegeng bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi sejarah dan penghargaan atas jasa-jasa pahlawan, termasuk yang berasal dari kalangan perempuan.
Pemerintah Kota Pekalongan turut menyampaikan apresiasi dan penghormatan sebagai bentuk dukungan moral serta penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan masa lalu. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla