Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

FORNAS NTB 2025, Tim KORMI Kota Pekalongan Ukir Prestasi, Sabet 9 Medali dan Banjir Apresiasi

Lutfi Hanafi • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 00:29 WIB

 

RAIH MEDALI  - Tim AMDI Kota Pekalongan menunjukkan medali yang diraihnya, pada FORNAS 2025 di NTB, Kamis malam(31/7/2025).
RAIH MEDALI - Tim AMDI Kota Pekalongan menunjukkan medali yang diraihnya, pada FORNAS 2025 di NTB, Kamis malam(31/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Lombok – Sorak sorai kemenangan mengiringi langkah pulang Tim KORMI Kota Pekalongan yang baru saja menorehkan prestasi gemilang di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan membawa pulang sembilan medali, yaitu empat emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Ini menegaskan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan olahraga rekreasi di Jawa Tengah.

 

 

Sebagian besar medali diraih dari cabang dansa yang dinaungi Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia (AMDI), yang tampil memukau dan menyita perhatian penonton dan juri.

Wakil Ketua AMDI Kota Pekalongan, Tri Hastuti, mengungkapkan, rasa harunya atas capaian ini. Ia menyebutkan, perjuangan tim benar-benar luar biasa.

“Tentunya kami bangga bisa menyumbang prestasi untuk Kota Pekalongan di tingkat nasional. Usaha kami terbayar lunas,” tuturnya, Jumat 1 Agustus 2025 kepada metropekalongan.com.

Kemenangan ini bukan diraih dengan mudah. Para atlet harus menjalani latihan intensif selama satu bulan penuh dengan jadwal empat kali latihan dalam sepekan.

Tantangan terbesar datang dari keterbatasan waktu karena banyak atlet yang juga bekerja.

Namun semangat untuk mengharumkan nama daerah, membuat mereka tetap gigih membagi waktu antara pekerjaan, latihan, dan keluarga.

Dari sembilan medali yang diraih, empat di antaranya adalah emas. Medali emas tersebut datang dari kategori Solo U16 Waltz yang diraih oleh Nuna.

Kemudian dari kategori Novice Waltz dan Tango yang juga dimenangkan oleh pasangan Nuna dan Henry Zola.

Medali emas lainnya diraih dari kategori Lady Cha Cha dan Rumba yang dibawakan oleh Reva dan Gita, serta Couple Student Teacher Cha Cha dan Rumba oleh pasangan Robi dan Gita.

Tiga medali perak berhasil diraih dari kategori Combine Standar 80 Waltz oleh Ikhsan dan Tuti, Combine Latin 80 Cha Cha oleh Robi dan Tuti, serta Couple Student Teacher Cha Cha dan Rumba oleh Ikhsan dan Reva.

Sementara itu, dua medali perunggu diraih dari kategori Novice Waltz dan Tango oleh pasangan Ikhsan dan Adya, serta kategori Group Formation yang dibawakan oleh Robi, Gita, dan Reva.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan KORMI Jawa Tengah.

Bentuk dukungan datang baik secara materiil maupun moril. Bahkan Wali Kota Pekalongan memberikan pesan khusus kepada para atlet agar terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal, sembari membawa pulang prestasi.

Pesan itu menjadi suntikan semangat bagi para atlet agar tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadikan olahraga rekreasi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Ajang FORNAS sendiri merupakan event dua tahunan tingkat nasional yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Selain sebagai wadah kompetisi, FORNAS juga menjadi ajang pelestarian budaya dan penguatan sektor sport-tourism.

KORMI sebagai induk organisasi olahraga rekreasi, menaungi berbagai cabang non-kompetitif seperti senam, e-sport berbasis rekreasi, hingga dance olahraga seperti yang diikuti AMDI.

Prestasi membanggakan ini menjadi langkah awal menuju tantangan berikutnya.

Setelah FORNAS, para atlet bersiap menghadapi kejuaraan internasional yang akan digelar di Jakarta pada 28 Agustus 2025, dengan Rayhanuna dan Henry Zola sebagai wakil dari Kota Pekalongan.

Selanjutnya akan ada Forda Jateng pada September, dan Pekalongan Open pada November.

Selain AMDI, delegasi dari Kota Pekalongan juga datang dari ILDI yang meraih juara harapan I, INASOC yang belum memperoleh medali, serta ITF yang pertandingannya masih berlangsung hingga saat ini.

Semangat, konsistensi latihan, dan dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Tim KORMI Pekalongan di FORNAS 2025.

Lebih dari sekadar prestasi, mereka membawa pulang kebanggaan dan semangat pelestarian budaya yang layak diapresiasi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Nusa Tenggara Barat (NTB) #AMDI Kota Pekalongan #Festival Olahraga Rekreasi Nasional #Fornas 2025