METROPEKALONGAN.COM, Yogyakarta – Wali Kota Pekalongan H Afzan Arslan Djunaid menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam merawat warisan budaya lintas generasi. Sekaligus memperkuat jejaring kota pusaka di seluruh tanah air.
Hal tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Mas Aaf pada acara Rapar Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Hotel Tentrem Yogyakarta, Selasa 6 Agustus 2025.
“Saya berharap Kota Pekalongan dapat belajar banyak dari daerah lain sehingga bisa memperkuat jejaring antarkota pusaka,” kata Mas Aaf saat dikonfirmasi pada Kamis 7 Agustus 2025.
Rakernas XI JKPI yang mengusung tema “Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan” ini digelar selama lima hari, 5–9 Agustus 2025.
Acara pembukaan dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, diikuti lebih dari 56 kepala daerah anggota JKPI.
Pada malam sebelumnya, acara dimeriahkan dengan Pagelaran Pasar Malam Indonesia dan Welcome Dinner membawa kekayaan budaya Nusantara ke hadapan delegasi daerah.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menggugah anggota JKPI agar tidak hanya merawat cagar budaya sebagai objek, tapi menjaga nilai, ingatan kolektif, dan budaya hidup masyarakat.
Sultan menegaskan, yang dirawat bukan hanya objek, tapi jati diri yang hidup di dalamnya.
Salah satu puncak kegiatan adalah Karnaval Budaya di Malioboro, Festival Sastra Yogyakarta, pameran UMKM, dan panggung pertunjukan seni dari delegasi daerah anggota JKPI.
Presidium JKPI, Muhammad Yamin HR, mengapresiasi DIY sebagai tuan rumah dan mendukung langkah-langkah strategis seperti pengusulan songket ke UNESCO.
Dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Rakernas, mulai diskusi kebijakan, pertukaran praktik terbaik, hingga festival budaya, Kota Pekalongan memiliki posisi strategis memperkuat konservasi warisan budaya secara nyata. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla