Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kota Pekalongan Pertahankan KLA Nindya 2025, Wali Kota Targetkan Utama

Lutfi Hanafi • Senin, 11 Agustus 2025 | 02:44 WIB
BERFOTO BERSAMA - Usai menerima penghargaan KLA 2025 kategori Nindya, tim Pemkot Pekalongan berfoto bersama.
BERFOTO BERSAMA - Usai menerima penghargaan KLA 2025 kategori Nindya, tim Pemkot Pekalongan berfoto bersama.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid membuka cerita Bahagia dan bangga momen bersejarah malam penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2025 kategori Nindya, yang digelar di Auditorium Kemen PPPA RI Jakarta pada Jumat 8 Agustus 2025. 

Meski begitu, pihaknya menargetkan peningkatan penghargaan menjadi utama. 

“Luar biasa. Saat Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyerahkan piagam, itu bukan sekadar simbol prestasi. Tapi itu pengakuan nasional atas kerja kita menciptakan kota yang menjunjung tinggi hak anak,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf penuh semangat, pada Minggu 10 Agustus 2025.

Mas Aaf dengan hangat menyampaikan apresiasi kepada individu dan lembaga yang berperan penting dalam raihan ini. 

Di antaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, maupun lembaga pendidikan, masyarakat sipil, hingga LSM. 

“Semua bahu-membahu mewujudkan kota yang ramah anak. Tanpa mereka, prestasi ini mustahil diraih,” katanya.

Perlu diketahui, dari 35 kabupaten/kota di tingkat Jawa Tengah (Jateng), yang berhasil meraih penghargaan KLA 2025 di antaranya, Tingkat Pratama adalah Jepara, Kudus, Purworejo, Kabupaten Semarang, dan Wonosobo. 

Tingkat Madya, ada Kabupaten Pekalongan dan beberapa lainnya. Kemudian Tingkat Nindya, di antaranya Kota Pekalongan, bersama Surakarta, Tegal, Pemalang, dan lainnya. 

Serta yang Utama atau yang tertinggi adalah Kota Semarang dan Kabupaten Sragen.

Provinsi Jateng juga dipuji karena bisa pertahankan predikat Provinsi Layak Anak selama empat tahun berturut-turut. 

Ini menegaskan konsistensi dalam kebijakan inklusif dan anak centre. Predikat KLA Nindya 2025 bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk lebih maju. 

“Kami sudah punya fondasi kuat dengan skor evaluasi yang mendukung. Selain itu, kolaborasi luas sedang dibangun. Kini, saatnya mewujudkan predikat utama di tahun depan,” harapnya.

Dari catatan verifikasi menunjukkan, Kota Pekalongan sudah memasuki rentang skor untuk predikat KLA Utama—dengan angka evaluasi mandiri mencapai 857,5 dan versi provinsi 808,71. 

Namun, tantangan tetap ada, yakni belum satupun daerah di Jateng memenuhi indikator “kawasan tanpa rokok dan bebas iklan rokok”.

Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Puji Winarti, menyatakan, penghargaan ini menjadi suntikan semangat. 

 

Tahun depan Pemkot Pekalongan akan membidik KLA Utama. 

“Strateginya adalah memperkuat sinergi lintas sektor, aktifkan lebih banyak anak dalam forum kebijakan,” ujarnya.

Terkait dengan adanya tantangan di bidang infrastruktur, imbuhnya, perlu penyempurnaan sistem pengendalian banjir rob. 

 

 

Hal ini memang sempat mengganggu aktivitas sekolah, namun dampaknya sudah turun 70—80 persen.

Selain itu, ada Layanan inklusif, dengan pembukaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk anak berkebutuhan khusus, serta perluasan sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan kelurahan layak anak. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota layak anak #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #kota layak anak (kla)