Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kota Pekalongan Mencekam, Kantor Pemkot dan DPRD Ludes Dibakar Massa, Pemkot Lumpuh Seminggu

Lutfi Hanafi • Senin, 1 September 2025 | 00:45 WIB
TERBAKAR – Gedung bagian Tengah komplek Pemkot Pekalongan, yang merupakan kantor beberapa Kantor Bagian terbakar parah dalam kerusuhan sabtu sore (30/8/2025).
TERBAKAR – Gedung bagian Tengah komplek Pemkot Pekalongan, yang merupakan kantor beberapa Kantor Bagian terbakar parah dalam kerusuhan sabtu sore (30/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kompleks Setda Kota Pekalongan resmi ditutup untuk masyarakat umum mulai Minggu pagi 31 Agustus 2025.

Meskipun demikian, warga masih berkerumun di pagar, penasaran dengan kondisi terkini.

TNI dan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) dikerahkan untuk membersihkan reruntuhan. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) tetap siaga, karena beberapa titik api masih menyala.

Ruang kerja Wali Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan, dan Sekda sudah tak berbentuk. Bangunan nyaris rata tanah.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, yang turun langsung ke lokasi, menyebut sebagian gedung masih bisa diperbaiki, namun mayoritas kantor, termasuk DPRD, harus diratakan dengan tanah.

“Kondisinya benar-benar parah. Kerugian belum bisa ditaksir pasti, tapi jelas tidak sampai triliunan. Kami sudah instruksikan setiap dinas membuat laporan kerugian. Laporan lengkap juga akan kami sampaikan ke Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf dengan wajah lelah.

Untuk sementara, tujuh bagian kerja di Pemkot Pekalongan harus segera dipindahkan. Beberapa alternatif lokasi sudah disiapkan, aula Dindagkop, gedung diklat, GOR Jetayu, hingga gedung Kecamatan Pekalongan Utara.

Meski begitu, Mas Aaf menegaskan layanan publik tetap berjalan normal di unit yang tidak terdampak kebakaran.

Namun, pembangunan ulang kantor-kantor yang terbakar dipastikan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Anggaran APBD Kota Pekalongan dinilai tidak mencukupi untuk membangun kembali kantor pemerintahan yang hancur.

“Kita butuh dukungan pemerintah pusat. Kalau hanya mengandalkan APBD, mustahil selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Sebelumnya, suasana Kota Pekalongan pada Sabtu sore 30 Agustus 2025 berubah mencekam.

Ribuan massa, mayoritas remaja dan pelajar, menyerbu Kompleks Kantor Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan.

Aksi yang semula berupa protes di jalanan, menjelma menjadi amukan massa yang merusak hingga membakar fasilitas pemerintahan.

Dari rekaman warga, terlihat massa menjebol pagar besi, memecahkan kaca gedung, mendobrak pintu, dan menjarah peralatan kantor.

Tak berhenti di situ, api mulai melalap ruang rapat paripurna DPRD, pos penjagaan Satpol PP, hingga ruang kerja Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda.

Asap hitam membumbung tinggi, membungkus langit Pekalongan dengan bau hangus yang pekat.

Gedung DPRD yang terletak di sisi barat kompleks menjadi titik api terbesar. Ruang rapat paripurna hangus terbakar, kaca pecah berserakan, dan atap ambruk.

Kantor bagian Kesra, ruang Jlamprang, serta beberapa kantor kabag turut menjadi korban. Beberapa fasilitas umum, termasuk mesin ATM, sepeda motor, dan mobil, ikut dilalap api.

Meski mobil pemadam kebakaran berulang kali berusaha menjinakkan kobaran, massa yang beringas menghalangi akses petugas.

Aparat kepolisian sempat menembakkan gas air mata, tetapi gelombang massa justru semakin brutal. Batu beterbangan, beberapa polisi menjadi sasaran lemparan.

Aksi pembakaran didahului dengan penjarahan. Laptop, komputer, meja, dispenser, kursi, hingga rak arsip digondol warga sebelum akhirnya dibakar.

Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan orang-orang berbondong-bondong membawa barang hasil jarahan keluar dari kantor pemerintahan.

Seorang warga, Ifanah, 43, mengaku tak kuasa menahan tangis saat melihat gedung yang biasanya dipakai untuk pelayanan publik kini tinggal puing.

“Saya setiap hari beraktivitas di sekitar sini, rasanya seperti mimpi. Walaupun saya bukan pegawai Pemkot, tapi saya banyak dapat nafkah dari Pemkot sini,” ujarnya sedih.

Kini, Kota Pekalongan sedang menata puing dan luka. Asap tipis masih mengepul dari gedung DPRD, sementara bau arang menempel di jalanan sekitar Setda akibat tragedi 30 Agustus.

Warga yang melintas hanya bisa menggeleng, tak percaya melihat pusat pemerintahan kotanya hancur. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tragedi #kota pekalongan #kerusuhan #tragedi 30 Agustus #30 Agustus