Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sulap Gudang Jadi Majelis Ilmu, Wihaji dan Istri Dirikan Yayasan Tahfidz Quran

Lutfi Hanafi • Senin, 22 September 2025 | 00:06 WIB

SERAHKAN - Wihaji secara simbolis menyerahkan tumpeng kepada penasehat Yayasan Kustantri Berkah Barokah H Luthfi Budi Utomo, Jumat sore (26/9/2025).
SERAHKAN - Wihaji secara simbolis menyerahkan tumpeng kepada penasehat Yayasan Kustantri Berkah Barokah H Luthfi Budi Utomo, Jumat sore (26/9/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ruangan kecil yang dulunya gudang, kini disulap menjadi pusat cahaya ilmu dan lantunan ayat-ayat suci.

Adalah Majelis Tahfidz Darul Hikmah di Gang IV Kebulen, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, yang baru saja diresmikan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat sore 26 September 2025.

Yayasan berbasis tahfidz Quran Bernama Yayasan Kustantri Berkah Barokah itu didirikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, bersama sang istri, Uni Kuslantasi.
 
Baca Juga: Kampung Wajar 13 Tahun Hadir di Klego, Jadi Inspirasi Pendidikan PAUD

Yayasan yang sepenuhnya gratis ini didanai secara mandiri oleh keluarga besar Bani Tasirin.

“Saya hadir di sini bukan sebagai menteri, tapi sebagai pribadi, sebagai suami Uni Kuslantasi. Beliau yang menaungi yayasan ini. Kami ingin menghadirkan tempat belajar Alquran yang terbuka untuk semua, dari anak-anak hingga orang tua,” kata Wihaji dalam sambutannya.

Acara peresmian diawali dengan pembacaan 30 juz Alquran sejak pagi, dilanjutkan dengan doa khotmil Quran, pembacaan Maulid Diba’, hingga tausiyah dari Ustadz Muhammad Yusuf, M.Pd. dari Kemenag Kota Pekalongan.

Baca Juga: Air PDAM Macet Sebulan, Warga Pabean Geruduk Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan

Puncaknya, Wihaji secara simbolis menyerahkan tumpeng kepada H Luthfi Budi Utomo selaku penasihat Yayasan Kustantri Berkah Barokah.

Uni Kuslantasi selaku ketua yayasan menjelaskan, lembaga ini tidak hanya fokus pada pendidikan tahfidz, tetapi juga pendidikan agama. Semua kegiatan dijalankan secara gratis tanpa menerima sumbangan dari luar.

“Kami ingin gudang ini berubah menjadi gudang ilmu. Siapa saja boleh belajar, kapan saja. InsyaAllah, ustadz dan ustadzah sudah kami siapkan untuk membimbing para santri,” ungkapnya.

Baca Juga: Targetkan MGB Tidak Sekedar Pemenuhan Gizi, juga Dongkrak Ekonomi

Wihaji berharap keberadaan yayasan ini menjadi pusat kegiatan masyarakat.

“Kalau ada kegiatan kampung, silakan gunakan tempat ini. Doakan saja niat kami ini bisa bermanfaat, terutama bagi siapa pun yang ingin belajar Alquran,” tuturnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #wihaji #Uni Kuslantasih