Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hari Batik Dunia, Kota Pekalongan Mantap Jadikan Batik Warisan dan Ekonomi Rakyat

Lutfi Hanafi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 02:15 WIB

MEMBANGGAKAN - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid saat hadir dalam Indonesia Batik Outlook dan Launching Festival Batik 3 Kota 2025 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
MEMBANGGAKAN - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid saat hadir dalam Indonesia Batik Outlook dan Launching Festival Batik 3 Kota 2025 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (2/10/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Jakarta – Batik bukan sekadar kain, melainkan nafas kehidupan masyarakat Pekalongan. Terbukti 70 persen produksi batik nasional berasal Pekalongan.

Batik Pekalongan juga telah menembus pasar internasional hingga Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat menjadi narasumber dalam Indonesia Batik Outlook dan Launching Festival Batik 3 Kota 2025 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis 2 Oktober 2025.

Pada momen Hari Batik Dunia ini, wali kota kembali menegaskan komitmen Pekalongan untuk menjaga batik sebagai warisan budaya yang diakui UNESCO, sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat.

“Saat ini, produk sarung batik kita banyak diserap oleh pasar luar negeri,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Menurutnya, batik sudah menyatu dalam keseharian masyarakat Pekalongan. Bukan hanya pakaian, namun juga melekat pada identitas kota. Nama-nama kelurahan, ruang pertemuan, hingga fasilitas publik di Pekalongan, banyak terinspirasi dari motif-motif batik khas daerah tersebut.

“Batik bagi orang Pekalongan bukan hanya produk fashion, tetapi bagian dari jati diri dan identitas budaya,” tambahnya.

Sebagai bagian dari agenda Smesco Indonesia, Festival Batik tahun ini akan digelar di tiga kota, yakni Malang (16–19 Oktober 2025), Magelang (22–26 Oktober 2025), dan Pekalongan (27 November–1 Desember 2025).

Khusus di Pekalongan, pemerintah daerah menyiapkan panggung besar bagi para perajin lokal.

Aneka karya batik terbaik akan ditampilkan untuk menunjukkan kekayaan motif, inovasi, dan daya tahan batik Pekalongan di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini menjadi ajang menunjukkan kebanggaan kita sebagai pusat batik nasional yang telah diakui dunia. Batik bukan hanya kain, melainkan simbol budaya sekaligus penggerak ekonomi rakyat,” tegas Mas Aaf.

Meski begitu, industri batik tetap menghadapi tantangan. Mas Aaf menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan pembatik dan pengelolaan limbah produksi agar lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Awasi Ketat Program MBG, Pastikan Aman dan Tepat Sasaran

 

“Ke depan, kami ingin industri batik tumbuh lebih berkelanjutan. Tidak hanya membanggakan secara budaya, tapi juga meningkatkan taraf hidup pembatik dan menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Hari Batik Dunia bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa batik adalah identitas bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia bertekad terus merawat warisan budaya, sambil menjadikannya sumber penghidupan yang bermartabat bagi masyarakat. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #hari batik #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #kota batik