Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Lengkap Sudah, Struktur Kelembagaan PW hingga PC Jatma Aswaja dan Annitho Aswaja se-Jawa

Ida Nor Layla • Senin, 22 Desember 2025 | 06:55 WIB
PENGUKUHAN : Ketua PB Jatma Aswaja mengukuhkan struktur kelembagaan tingkat PC Jatma Aswaja se-Jawa Timur di Ponpes Internasional Al Illiyin Sumberwaru, Gresik, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025).
PENGUKUHAN : Ketua PB Jatma Aswaja mengukuhkan struktur kelembagaan tingkat PC Jatma Aswaja se-Jawa Timur di Ponpes Internasional Al Illiyin Sumberwaru, Gresik, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Gresik  – Struktur kelembagaan Jatma Aswaja (Jam'iyyah Ahluth Thoriqoh Al-Mu'tabaroh Ahlussunnah Waljamaah) dan Annitho Aswaja (Annisa At-Attoriqiyah Ahlussunnah Waljamaah) Aswaja di tingkat Pengurus Wilayah (PW) dan tingkat Pengurus Cabang (PC) di Pulau Jawa lengkap sudah.

Setelah melakukan penguatan struktur kelembagaan PW Jawa Barat dan PC se-Jawa Barat, Provinsi Banten, dan Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), giliran melantik pengurus cabang se-Provinsi Jawa Timur pada Ahad 21 Desember 2025.

Pelantikan PW Jatma Aswaja Jawa Timur sudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan ketua Abuya Ahmad Yani Illiyin. Termasuk ketua PW Annitho Aswaja Jawa Timur.

Karena itu, pelantikan serentak kali ini untuk melengkapi struktur PC Jatma Aswaja dan PC Annitho Aswaja dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin Sidomukti, Sumberwaru, Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini, dihadiri para alim ulama, pejabat, dan para pemuka agama lintas iman.

Dalam kesempatan tersebut, Pendiri dan Rois Amm PB Jatma Aswaja Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menyambut langsung para pemuka agama lintas iman dari Islam, Katholik, Kristen, Budha, Hindu, dan Penganut Kepercayaan.

Setelah melakukan ikrar Bela Negara Bersama, dilanjut dengan penyerahan bendera Merah Putih yang disaksikan oleh Asisten 3 Provinsi Jawa Timur, Dr Akhmad Jazuli SH M.Si yang datang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan seluruh hadirin.

Seusai pelantikan, Sekretaris Jendral (Sekjen) PB Jatma Aswaja, Dr KH Helmy Faishal Zaini M.Si menyatakan, program penting yang diusung Jatma Aswaja di semua tingkatan adalah mengajak umat untuk bisa membebaskan dari masalah kemiskinan dengan melakukan penguatan pendidikan.

Kemudian melakukan penguatan ekonomi melalui program pertanian, Perkebunan, koperasi, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui berbagai macam usaha yang halal untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Sekjen Jatma Aswaja juga menegaskan, hampir dalam setiap kegiatan Jatma Aswaja selalu melibatkan para pemuka agama lintas iman. Mereka bagian dari keluarga dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jatma Aswaja juga harus menjadi pelindung penting untuk menjalin persatuan dan kesatuan nasional. Di sini ada para pendeta, romo, biksu, karena kegiatan Jatma Aswaja selalu disertai ikrar bela negara oleh tokoh lintas agama. Ini sebabai bagian keluarga kita bersama,” jelasnya.

Maulana Habib Luthfi sendiri memang selalu mengharapkan bisa duduk bersama ulama, tokoh-tokoh lintas agama, TNI, dan Polri.

Karena kompaknya elemen tersebut, menunjukkan satu kekuatan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Ini menunjukkan semakin kokohnya pertahanan dan ketahanan nasional,” kata Ketua PB Jatma Aswaja ini.

Maulana Habib Luthfi juga mengajak segenap Bangsa Indonesia untuk bersyukur telah mendapat amanat dari Yang Maha Kuasa berupa tanah air ini.

Karena itu, masing-masing harus memiliki kesadaran sudah sejauh mana mengenal tanah air Indonesia dan sejauh mana menjaga keutuhan kesatuan-persatuan bangsa.

Apalagi para pendahulu (sepuh-pinisepuh) telah mengajarkan kecintaan kepada Bangsa Indonesia melalui lagu Indonesia Raya yang luar biasa.

Tidak menggunakan kalimat “kita”, tidak menggunakan kalimat “kami”. Tapi menggunakan kalimat “Indonesia tanah airku.”

Maka dengan Indonesia Tanah Airku, meski di Gresik, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, pulau-pulau yang ada di Indonesia, semua merasa memiliki, merasa handarbini karena sudah menyatakan Indonesia tanah airku.

Karena itu juga, para ahli thariqah ini harus bertanggung jawab atas Indonesia Tanah Airku.

Maulana Habib Luthfi mengingatkan, untuk para ahli tarekat yang sudah menyatakan “Lailaha illallah, Muhammadurrasulullah”, harus tahu siapa yang memberi amanat bangsa dan negara ini, yakni Tuhan yang Maha Esa.

Bila sadar bahwa ini amanat daripada Yang Maha Esa, otomatis memiliki jiwa patriotisme, jiwa hadarbeni kepada bangsa dan tanah air.

“Ini sesuai dengan lagunya Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku, karena tanah air ini yang menjadi tumpah darah, akan menjadi saksi kelak di hadapan Yang Maha Kuasa,” tandas beliau.

Dengan kesadaran tersebut, sudah seharusnya menghormati dan menghargai apa yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa dalam bentuk tanah air dan segala hal di dalamnya.

Termasuk harus menggerakkan, memajukan, dan menjaga perekonomian Indonesia.

Karena itu, harusnya malu, nama buah yang ditanam di tana air Indonesia, sampai dinamakan Jambu Bangkok, Pepaya California.

Maka ahli tarekat harus semakin sadar bahwa apa yang diberikan kepada bangsa Indonesia ini adalah ciptaan yang Maha Kuasa, amanat untuk bangsa Indonesia.

“Wahai bangsaku yang kubanggakan, relakah negerimu terpecah belah,” tanya Maulana Habib Luthfi. Dijawab serentak para hadirin “Tidak”. Kemudian acara diakhiri dengan baiat kubro. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#PB JATMA ASWAJA #Annitho Aswaja #Jatma Aswaja #gresik #Pondok Pesantren Internasional Al Illiyin Gresik