Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Evaluasi Jalur KA Pekalongan, Rel Langsung Ditinggikan Jelang Lebaran
Lutfi Hanafi• Kamis, 22 Januari 2026 | 05:48 WIB
CEK REL KERETA - Menhub Dudy dan jajaran didampingi Walikota Aaf, saat meninjau langsung lokasi rel kereta api yang terendam banjir di Tirto Pekalongan, Rabu (21/1/2026).
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah pusat bergerak cepat menyikapi terganggunya jalur kereta api akibat banjir di Kota Pekalongan.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, turun langsung meninjau sejumlah titik jalur rel dan perlintasan kereta api yang sempat tergenang, Rabu 21 Januari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sekaligus persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada angkutan Lebaran 2026, dengan fokus utama pada aspek keselamatan perjalanan kereta api.
Menhub Dudy didampingi Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, beserta unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Pekalongan Kota.
Dari hasil pengecekan lapangan, Menhub menemukan beberapa titik jalur rel yang sebelumnya terendam banjir dengan ketinggian cukup signifikan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional perjalanan kereta api, sehingga pembatasan kecepatan terpaksa diterapkan.
“Hari ini kami meninjau langsung jalur kereta api yang tergenang banjir. Ini bagian dari evaluasi pasca Nataru sekaligus persiapan angkutan Lebaran. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas,” ujar Menhub Dudy.
Ia mengakui, pembatasan kecepatan menyebabkan keterlambatan atau penurunan on time performance (OTP). Namun langkah tersebut dinilai mutlak dilakukan demi menjamin keselamatan perjalanan.
“Kecepatan kereta dikurangi karena faktor keselamatan. Dampaknya memang ada keterlambatan, tapi keselamatan tetap yang utama,” tegasnya.
Menhub menambahkan, penanganan banjir di jalur kereta api tidak bisa dilakukan oleh PT KAI sendiri.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga kementerian dan lembaga terkait, khususnya dalam pengelolaan sungai dan lingkungan.
“Kejadian di Pekalongan ini menjadi pembelajaran. Ada titik yang sebelumnya tidak kita petakan sebagai rawan, ternyata sekarang berdampak besar. Ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” imbuhnya.
Sejalan dengan evaluasi tersebut, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan pihaknya langsung melakukan langkah konkret di lapangan. Mulai hari ini, PT KAI melakukan peninggian jalur rel sepanjang 600 meter di sekitar Stasiun Pekalongan.
“Saat ini pengerjaan sudah mencapai kenaikan sekitar 23 sentimeter. Targetnya rel akan ditinggikan hingga 50 sentimeter dari kondisi sebelumnya, termasuk rel di area jembatan sungai yang sempat terendam,” jelasnya.
Menurut Bobby, kontur jalur rel di lokasi tersebut menyerupai cekungan sehingga sangat rentan tergenang air.
Melihat banjir yang kerap terjadi secara rutin, peninggian rel menjadi langkah mendesak demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.
Ia menegaskan kesiapan Pemkot Pekalongan untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan PT KAI serta Kementerian Perhubungan.
“Banjir tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga infrastruktur vital seperti jalur kereta api. Kami siap berkolaborasi, terutama dalam penanganan drainase, sungai, dan lingkungan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Aaf.
Ia berharap langkah peninggian rel dan evaluasi menyeluruh ini dapat segera memulihkan operasional kereta api secara normal, terutama menjelang angkutan Lebaran.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Pemkot Pekalongan akan terus berkoordinasi sesuai kewenangan kami,” pungkasnya. (han/ida)