METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Proses pemulihan jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Sragi pasca banjir terus menunjukkan perkembangan positif.
Meski masih dalam tahap normalisasi, seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi tanpa pembatalan. Meski hanya dengan kecepatan terbatas, yakni maksimal 40 kilometer per jam.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan, kondisi jalur di KM 88 kini berangsur stabil.
Genangan air yang sebelumnya merendam jalur hulu dan hilir telah berhasil ditangani, sehingga seluruh kereta api kembali dapat melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.
“Proses pemulihan menunjukkan progres yang baik. Saat ini kereta api sudah bisa melintas di kedua alur, meskipun masih diberlakukan pembatasan kecepatan 40 km/jam demi keselamatan,” kata Luqman, Jumat 23 Januari 2026.
Menurutnya, pembatasan kecepatan masih diterapkan sambil menunggu kecukupan pemadatan balas serta perbaikan geometri rel agar kembali memenuhi standar keselamatan perjalanan kereta api.
Di lapangan, KAI Daop 4 Semarang mengerahkan tiga hingga empat unit Kereta Penolong Jalan Rel (KPJR) serta ratusan petugas yang bekerja 24 jam non-stop.
Penanganan dilakukan melalui ecer balas, pengangkatan jalur secara manual, hingga rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Tak hanya itu, KAI juga menjalankan langkah teknis operation recovery. Jalur rel di lokasi terdampak telah diangkat setinggi 23 sentimeter dan akan dilanjutkan hingga mencapai 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter, termasuk penguatan struktur jembatan di sekitar lokasi.
Meski jalur belum sepenuhnya kembali normal, KAI Daop 4 Semarang menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah penanganan secara cepat, terukur, dan berkesinambungan, dengan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk selalu memantau informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI.
Pemantauan intensif akan terus dilakukan hingga jalur Pekalongan–Sragi dinyatakan sepenuhnya aman dan dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal.
Pemulihan jalur ini menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas transportasi di wilayah Pantura Jawa Tengah, sekaligus memastikan layanan kereta api tetap andal di tengah tantangan cuaca ekstrem.
“Kami menargetkan peninggian jalur hingga 50 sentimeter dari kondisi sebelum genangan. Ini sebagai upaya meningkatkan ketahanan prasarana terhadap potensi banjir di kemudian hari,” lanjut Luqman.
Selama proses normalisasi berlangsung, dampak operasional yang dirasakan pelanggan hanya berupa kelambatan ringan.
KAI mencatat keterlambatan perjalanan berkisar 1 hingga 6 menit, dan masih dalam batas yang sangat terkendali.
“Kelambatan ini terus kami tekan agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla