Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

200 Rumah Warga Pekalongan Diperbaiki Gratis, Fokus Kraton dan Tirto Lewat Program BSPS 2026

Lutfi Hanafi • Kamis, 30 April 2026 | 18:24 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
SERAHKAN - Secara simbolis tim BP3KP Jawa III serahkan bantuan perbaikan rumah untuk Pemkot Pekalongan, di ruang Buketan, Kamis (30/4/2026).
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan SERAHKAN - Secara simbolis tim BP3KP Jawa III serahkan bantuan perbaikan rumah untuk Pemkot Pekalongan, di ruang Buketan, Kamis (30/4/2026).

 
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Harapan ratusan warga kurang mampu di Kota Pekalongan untuk memiliki hunian layak mulai terwujud. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan 200 unit bantuan perbaikan rumah dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahap I Tahun 2026.

Program ini resmi diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, bersama Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, Aldino Herupriawan, dalam kegiatan koordinasi di Ruang Buketan, Kamis (30/4/2026).

Wali Kota Aaf menyebut, bantuan ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 3 juta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

“Alhamdulillah Kota Pekalongan mendapat 200 unit rumah yang sudah diverifikasi. Semoga ini menjadi berkah dan membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak,” ujarnya.

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 187 unit dialokasikan untuk warga di Kelurahan Padukuhan Kraton dan 13 unit di Kelurahan Tirto. Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tenaga kerja.

Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi, menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi warga yang benar-benar membutuhkan, dengan sejumlah persyaratan ketat, mulai dari WNI, memiliki satu-satunya rumah tidak layak huni, hingga belum pernah menerima bantuan serupa dalam 10 tahun terakhir.

“Semua penerima sudah melalui proses verifikasi ketat oleh tim lapangan hingga masuk ke sistem aplikasi bantuan perumahan,” jelasnya.

Pelaksanaan BSPS tahap ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan. Pemkot Pekalongan pun terus mengupayakan tambahan kuota, dengan target minimal 500 unit pada tahap berikutnya, bahkan mengusulkan hingga 2.800 unit.

Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurangi rumah tidak layak huni sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan manusiawi di Kota Pekalongan.

Aaf menambahkan, kondisi geografis Pekalongan yang rawan rob dan banjir membuat banyak rumah warga mengalami penurunan kualitas. Bahkan, tak sedikit warga harus meninggikan rumah secara mandiri berulang kali.

“Masih banyak kawasan yang perlu ditata. Program ini sangat penting untuk memperbaiki kualitas hunian masyarakat,” tambahnya.(han)

Editor : Agus AP
#perbaikan rumah #Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya #HA Afzan Arslan Djunaid