Memasuki hari ke-41 perjalanan lari dari Bali menuju Jakarta, tim Sungai Watch bersama ratusan peserta dan pejabat daerah turun langsung membersihkan sungai yang dipenuhi sampah plastik.
Sebelum aksi dimulai, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Sekda Jawa Tengah, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, serta jajaran Forkopimda Kota Pekalongan menyaksikan langsung kondisi sungai. Bahkan beberapa pejabat ikut membantu proses penimbangan sampah bersama tim Sungai Watch.
Dalam waktu sekitar 1,5 jam, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, tim berhasil mengumpulkan sebanyak 91 kampil sampah dengan total berat mencapai 750,85 kilogram.
Sungai Watch sendiri didirikan pada 2020 di Bali oleh tiga bersaudara asal Perancis, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib. Organisasi non-pemerintah ini fokus melindungi sungai dari pencemaran sampah plastik melalui pemasangan trash barriers di berbagai sungai di Indonesia.
Aksi Run for Rivers merupakan misi lari sejauh sekitar 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap sungai dan persoalan sampah plastik.
Salah satu founder Sungai Watch, Sam Bencheghib yang akrab dipanggil Samsudin, mengaku kagum melihat dukungan besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan.
Menurut Sam, selama perjalanan dari Bali hingga memasuki kota ke-21 ini, baru di Pekalongan mereka mendapat pengawalan besar dari pejabat daerah hingga gubernur yang ikut turun langsung membersihkan sungai.
“Selama perjalanan ini, baru pertama kali kami lari didampingi banyak pejabat dan didukung penuh seperti di Pekalongan,” ungkapnya.
Sam bahkan menilai dukungan tersebut bisa menjadi energi besar bagi gerakan lingkungan yang mereka jalankan, termasuk membuka peluang datangnya lebih banyak donasi untuk mendukung aksi Sungai Watch.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut aksi tersebut menjadi pemantik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bergerak lebih cepat menangani persoalan sampah.
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf juga mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas.
“Ayo kita kembali seperti zaman ibu dan mbah dulu. Belanja ke pasar pakai keranjang, ke minimarket bawa tas sendiri. Kita kurangi sampah plastik,” ujarnya.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga diisi dengan lari sejauh lima kilometer dari Lapangan Mataram menuju Museum Batik Pekalongan sebagai bagian dari kampanye global penyelamatan sungai.(han)