Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sapi 1 Ton Milik Peternak Kota Pekalongan Kembali Dipilih Jadi Kurban Presiden, Siap Diserahkan ke Masjid Jami

Lutfi Hanafi • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:08 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
RAWAT - Sapi milik Ridwan peternak asal Kota Pekalongan ini, yang akan jadi sapi kurban Presiden Prabowo di wilayah setempat saat Idul Adha, saat dirawat karyawannya.
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan RAWAT - Sapi milik Ridwan peternak asal Kota Pekalongan ini, yang akan jadi sapi kurban Presiden Prabowo di wilayah setempat saat Idul Adha, saat dirawat karyawannya.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kebanggaan kembali datang dari Kota Pekalongan.

Untuk dua tahun berturut-turut, sapi milik peternak lokal kembali dipercaya menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada momentum Hari Raya Idul Adha 2026.

Tahun ini, sapi jenis Simental milik M. Ridwan, warga Kelurahan Kuripan Lor, Kota Pekalongan, resmi dipilih sebagai sapi Banmas Presiden setelah lolos serangkaian seleksi ketat dari pemerintah pusat.

Sapi berpostur jumbo itu memiliki bobot 1.030 kilogram atau lebih dari satu ton, menjadikannya salah satu sapi dengan bobot terbesar di Kota Pekalongan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati, menjelaskan program bantuan sapi kurban Presiden kembali digelar tahun ini melalui Sekretariat Presiden. Setiap daerah diminta mengusulkan ternak terbaik dari peternak lokal.

Setelah menerima surat dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tim Dinperpa Kota Pekalongan langsung melakukan pendataan ke sejumlah peternak.

Dari hasil identifikasi, sapi milik Ridwan dinilai paling memenuhi syarat, baik dari sisi bobot, usia, kondisi fisik, hingga kesehatan hewan.

“Di Kota Pekalongan ternyata masih ada peternak yang mampu memelihara sapi dengan bobot lebih dari satu ton. Setelah kami identifikasi, sapi milik Mas Ridwan beratnya mencapai 1.030 kilogram,” ujar Lili, Kamis 14 Mei 2026.

Tak hanya lolos bobot, sapi tersebut juga melewati pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, bebas penyakit menular, hingga kelengkapan dokumen kesehatan hewan berupa SKKH. Seluruh berkas kemudian dikirim ke pusat dan dinyatakan memenuhi syarat.

Setelah itu, proses berlanjut ke verifikasi administrasi hingga negosiasi harga secara daring bersama Sekretariat Presiden melalui Zoom Meeting.

Dari hasil negosiasi, sapi tersebut disepakati dengan nilai sekitar Rp 110 juta.

“Alhamdulillah semuanya sudah deal, termasuk negosiasi harga dan proses administrasinya. Hari ini proses pencairan pembayarannya juga sudah berjalan,” tambahnya.

Lili menegaskan, pihak Dinperpa hanya bertugas melakukan identifikasi, pendampingan, pemeriksaan kesehatan, dan pengusulan. Sementara seluruh pengadaan dilakukan langsung oleh Sekretariat Presiden.

Rencananya, sapi Banmas Presiden itu akan diserahkan kepada masyarakat melalui Masjid Jami Kota Pekalongan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Penyerahan dilakukan mendekati hari penyembelihan agar kondisi hewan tetap prima dan tidak mengalami stres akibat perpindahan kandang. Tahun sebelumnya, sapi Banmas Presiden disalurkan melalui Masjid Al-Ikhlas.

Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas peternakan lokal di Kota Pekalongan terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus memotivasi peternak lain untuk meningkatkan kualitas ternak dari sisi kesehatan, perawatan, hingga produktivitas.

Bagi Ridwan, keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Tahun lalu, sapi miliknya juga terpilih sebagai sapi Banmas Presiden dengan bobot 970 kilogram dan nilai jual Rp 85 juta. Tahun ini, bobot ternaknya meningkat hingga menembus satu ton.

Ridwan mengaku sapi tersebut telah dipeliharanya selama kurang lebih dua tahun. Saat dibeli, beratnya sekitar 500 kilogram dengan harga sekitar Rp 30 jutaan.

Melalui perawatan rutin, pemberian pakan ampas dan nutrisi tambahan, sapi itu tumbuh sehat hingga mencapai bobot ideal.

“Tahun ini alhamdulillah terpilih lagi. Perawatannya rutin, pakannya terjaga, dan kesehatan selalu dipantau dinas,” kata Ridwan.(han)

Editor : Ida Nor Layla
#sapi prabowo #Simental #sapi kurban #Presiden Prabowo