Menariknya, penyelenggaraan PKN tahun ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengaku bersyukur atas peringatan 12 tahun Kota Pekalongan sebagai bagian dari jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO.
"Alhamdulillah Pekan Kreatif Nusantara tahun ini mendapat dukungan dari kementerian sehingga tidak menggunakan APBD. Harapannya kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi UMKM dan ekonomi kreatif Kota Pekalongan," kata wali kota usai mendampingi Direktur Utama LPDB Koperasi Kementerian Koperasi RI, Krisdianto, saat pembukaan kegiatan, Kamis malam 18 Juni 2026.
Berbagai produk unggulan ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya batik yang selama ini menjadi identitas Kota Pekalongan, tetapi juga kuliner khas, produk ekonomi kreatif, komunitas vintage, hingga keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh 27 kelurahan.
Menurut wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, PKN menjadi momentum untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Kota Pekalongan terus bergerak memperkuat sektor UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
"Masyarakat bisa menikmati beragam pameran, produk kreatif, dan kuliner yang menarik. Kami optimistis, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB Koperasi Kementerian Koperasi RI, Krisdianto, memberikan apresiasi atas konsistensi Kota Pekalongan yang telah enam kali menyelenggarakan Pekan Kreatif Nusantara.
Ia juga mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bergabung dalam koperasi agar memperoleh akses pembiayaan, pelatihan, hingga program pengembangan usaha yang lebih luas.
"Kami berharap sinergi antara UMKM dan koperasi yang terus diperkuat melalui Pekan Kreatif Nusantara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ungkapnya.
Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati berbagai produk unggulan dari setiap kelurahan, mulai dari batik, makanan khas, minuman tradisional, hingga aneka karya ekonomi kreatif lainnya.