Anak Petani Babel Lolos AAL, UGM, hingga Beasiswa Australia

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 17:57 WIB
DUKUNGAN KELUARGA : Fatur Hadi selalu dapat dukungan penuh dari keluarga besar dalam setiap aktifitasnya.(ist)
DUKUNGAN KELUARGA : Fatur Hadi selalu dapat dukungan penuh dari keluarga besar dalam setiap aktifitasnya.(ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Bangka Belitung – Di tengah impian banyak anak muda untuk menempuh pendidikan di luar negeri, Fatur Hadi justru memilih jalan berbeda.

Putra daerah Bangka Belitung itu rela melepas kesempatan kuliah di Curtin University Australia dengan beasiswa, meski sebelumnya juga telah dinyatakan lolos di Universitas Gadjah Mada (UGM), demi mengenakan seragam Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan mengabdi kepada bangsa.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Putra pasangan Fahlepi dan Heni Kusuma Dewi itu ingin menuntaskan cita-cita keluarga yang telah lama diperjuangkan.

Ia memilih melanjutkan pendidikan di AAL sebagai bentuk bakti kepada orang tua sekaligus meneruskan impian sang kakak, Yudies Fadilah, yang beberapa kali mengikuti seleksi Taruna namun belum berhasil.

Pengumuman kelulusan Taruna TNI yang diterima pada Kamis (30/7/2026) menjadi penutup dari perjalanan panjang Fatur.

Sebelumnya, ia telah lebih dulu diterima di Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta memperoleh kesempatan kuliah di Curtin University Australia melalui program beasiswa.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Siap Kolaborasi dengan Kapolres Baru

Baca Juga: Tak Hanya Seduh Kopi, Peserta PKW Belajar Bangun Bisnis

Meski memiliki banyak pilihan masa depan yang menjanjikan, Fatur mantap menentukan langkah untuk bergabung dengan Akademi Angkatan Laut.

"Saya sempat ditanya, 'Bapaknya jenderal ya?' Saya jawab, 'Bapak saya petani'. Tapi dari ladang itulah kami belajar tentang kerja keras, kesabaran, dan doa," ujar Fatur dengan mata berkaca-kaca, pada Minggu (1/8/2026).

Ucapan itu menggambarkan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Berasal dari keluarga sederhana, Fatur membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Disiplin belajar, kerja keras, dan doa menjadi modal utama hingga mampu bersaing dalam berbagai seleksi bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan Fatur sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung. Prestasi yang diraihnya memperlihatkan bahwa putra daerah mampu bersaing dengan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia, bahkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Baca Juga: Empat Penghargaan KPPN Tegal Jadi Penyemangat Polres Pemalang

Baca Juga: PKK Pekalongan Ajak Warga Kelola Jelantah Meski Dana Terbatas

Kisah Fatur Hadi menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Bangka Belitung.

Di tengah berbagai keterbatasan, ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil keputusan yang didasari nilai pengabdian.

Pilihan Fatur meninggalkan kesempatan kuliah di luar negeri demi menjadi Taruna AAL pun menjadi simbol bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberanian mengabdikan kemampuan terbaik bagi bangsa dan negara.

Sang kakak, Yudies Fadilah, mengaku bangga atas pilihan yang diambil Fatur. Baginya, keberhasilan itu bukan sekadar soal diterima di institusi ternama, tetapi juga tentang tekad seorang anak petani yang memilih mengabdi untuk negara.

"Kami titipkan Fatur. Jaga nama baik keluarga, almamater, dan bendera Merah Putih. Ini bukan tentang bintang di pundak. Ini tentang bintang di mata seorang anak petani yang tidak pernah padam," ungkap Yudies.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
TNI AL Bangka Belitung AAL Curtin University ugm