Pesan Ratusan Bus, Puluhan Ribu Jemaah Jateng Siap Padati Masjid Istiqlal Jakarta Ikut Zikir Kebangsaan

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:58 WIB
ILUSTRASI AI
ILUSTRASI AI

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Puluhan ribu kaum muslimin muslimat, mukminin mukminat, jemaah thariqah, dan masyarakat pecinta perdamaian dari berbagai penjuru Indonesia sudah mulai memesan bus menuju Masjid Istiqlal Jakarta.

Dari Jawa Tengah (Jateng) lebih dari 100 bus sudah dipesan oleh para jemaah. Bahkan jemaah dari Kota Pekalongan data awal 19 bus, Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, Solo, Jogja, dan 35 kabupaten/kota lainnya. Kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, NTB, dan berbagai kota lainnya.

Abdul Munir dari Demak, juga memfasilitasi jemaah di lingkungan sekitarnya. Sholikhin dari Semarang. Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Gunung Jati Baalawi (SGJB) Semarang, Ponpes Darul Ulum Tragung Batang, Ponpes Al-Falah Pekalongan, dan masih banyak lagi.

Siswanto dari Pekalongan mengaku telah memesan dua bus yang membawa rombongan jemaah menuju Istiqlal Jakarta. “Kami memesan beberapa bus untuk rombongan jemaah putri dan putra yang kami data jauh jauh hari sebelumnya,” katanya.

Mereka bersiap hadir pada acara “Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia” dan mengikuti baiat kubra bersama Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di Masjid Istiqlal Jakarta pada Minggu 9 Agustus 2026 mulai pukul 19.30 WIB.

Dalam acara yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB JATMA ASWAJA) ini, diperkirakan akan dihadiri 50 ribu lebih jemaah.  

“Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat proses pendataan peserta dari berbagai provinsi lainnya masih berlangsung,” jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB JATMA ASWAJA, KH A. Helmy Faishal Zaini.

Seperti tahun sebelumnya, gelombang keberangkatan jamaah ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Pantura seperti Pekalongan, Batang, Pemalang, Kabupaten Tegal, Pati, Kudus, Jepara, hingga kawasan Semarang Raya, Solo Raya, Kedu, Banyumas, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa daerah bahkan mengoordinasikan puluhan armada bus sebagai bentuk semangat kebersamaan untuk menghadiri doa bersama bagi keselamatan bangsa.

“Tingginya antusiasme jamaah mencerminkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap persatuan bangsa yang diwujudkan melalui ikhtiar spiritual, melingkar bersama untuk memanjatkan doa dan zikir bagi keselamatan bangsa dan haul untuk pendiri bangsa,” jelas Helmy.

Helmy melanjutkan, acara tersebut juga sebagai momen untuk meneguhkan kembali komitmen bela negara dan cinta tanah air. Serta sebagai ruang silaturahmi kebangsaan yang ditandai dengan hadirnya para ulama, umaro, TNI/Polri dan tokoh lintas agama dalam satu majelis doa dan haul pendiri bangsa.

PB JATMA ASWAJA mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir di Masjid Istiqlal maupun mengikuti siaran langsung melalui kanal media sosial resmi JATMA ASWAJA sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga persatuan, memperkokoh semangat bela negara, dan mempererat cinta tanah air menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rencananya kegiatan ini Insya Allah akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, TNI/Polri, para tokoh nasional lain serta para alim ulama, habaib.

Kehadiran para tokoh lintas iman di acara tersebut juga mencerminkan bahwa spiritualitas dapat menjadi kekuatan moral bersama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan bangsa Indonesia yang majemuk.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB JATMA ASWAJA, KH A Helmy Faishal Zaini menjelaskan, zikir kebangsaan dan haul pendiri bangsa ini, untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan, mempererat persaudaraan dan bersama puluhan peserta memunajatkan doa kepada Tuhan untuk keselamatan dan keberlanjutan Indonesia.

“Kami akan bersama-sama memanjatkan doa untuk mereka para pendahulu dan pendiri NKRI. Pengorbanan para pendiri bangsa untuk kemerdekaan Indonesia harus selalu dijadikan refleksi bersama. Kemerdekaan kita hari ini adalah buah perjuangan, tetesan air mata, keringat dan darah dari para pahlawan dan pendiri NKRI,” jelas Helmy.

Helmy melanjutkan, kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu majelis kebangsaan. Kegiatan ini menghadirkan ruang spiritual yang inklusif untuk mempererat persaudaraan, memperkuat semangat kebangsaan, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ulama, Habaib, Kiai dan tokoh agama sebagai penjaga nilai-nilai spiritual dan pembimbing umat agar terjaga akhlak dan persatuan bangsa. Pemerintah, lembaga negara dan unsur TNI/Polri sebagai representasi sinergi antara ulama dan umaro,” lanjut Helmy.

Kemudian organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebagai mitra strategis untuk memperkuat sinergi berbagai elemen bangsa. Begitu juga dengan santri, mahasiswa dan generasi muda yang hadir mewakili penerus perjuangan bangsa yang akan melanjutkan estafet perjuangan. Lintas elemen ini serta masyarakat umum yang hadir akan bersama memanjatkan doa untuk, meneguhkan komitmen bersama membangun Indonesia yang damai, maju dan berkeadilan.

Kegiatan ini dirancang sebagai momentum spiritual untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan persatuan umat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zikir Kebangsaan dipandang sebagai ruang kolektif untuk menghadirkan kembali nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Untuk mendukung tertib administrasi dan pendataan peserta, kami mengajak seluruh jamaah untuk melengkapi data kehadiran acara Doa Keselamatan Bangsa Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI dalam Memperingati HUT Ke-81 RI melalui laman jatma.modernesia.com ,” katanya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
zikir kebangsaan Masjid Istiqlal Jakarta baiat kubro Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Jatma Aswaja