UMKM Binaan BI KPw Tegal Raup Rp1,18 Miliar di KKI 2026

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:07 WIB
APRESIASI : Kepala KPw Bank Indonesia Tegal bersama Maestro Batik Dudung Alisyahbana berinteraksi dengan pelanggan di Booth KPwBI Tegal di  di ajang Karya Kreatif Indonesia 2026 Jakart, Kamis (20/8/2026).
APRESIASI : Kepala KPw Bank Indonesia Tegal bersama Maestro Batik Dudung Alisyahbana berinteraksi dengan pelanggan di Booth KPwBI Tegal di di ajang Karya Kreatif Indonesia 2026 Jakart, Kamis (20/8/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Jakarta — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal mendapat sambutan positif di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Baru memasuki hari pertama pameran, sembilan UMKM wastra asal eks-Karesidenan Pekalongan berhasil membukukan transaksi Rp1,188 miliar dari 249 transaksi.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa produk wastra daerah masih memiliki daya tarik tinggi di pasar.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan tradisi, para pelaku UMKM binaan KPwBI Tegal juga menghadirkan inovasi desain, teknik produksi, hingga penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan tingginya transaksi pada hari pertama KKI 2026 menunjukkan respons masyarakat terhadap produk UMKM daerah cukup tinggi.

“Sembilan UMKM wastra mencatat total transaksi sebesar Rp1,188 miliar dari 249 transaksi. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap wastra daerah sekaligus memperlihatkan potensi UMKM eks-Karesidenan Pekalongan untuk terus naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bimala, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Perkuat Komitmen Pengabdian Anggotanya

Baca Juga: PDAM Tirtayasa Pastikan Layanan Kepada Masyarakat Tetap Normal

KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Bank Indonesia menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan UMKM agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” yang bermakna berdaya bersama-sama, KKI 2026 juga menjadi ruang bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas usaha dan membuka akses pasar yang lebih besar.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 mempertemukan Bank Indonesia dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha, akses pembiayaan, digitalisasi serta pemasaran produk UMKM, baik di pasar domestik maupun menuju pasar global.

Baca Juga: Naluri Keibuan Kades Plelen Selamatkan Pemuda Pemalang, Terlantar di Alas Roban

Baca Juga: Pagenteran Pemalang Kekeringan, Polwan Salurkan 13.000 Liter Air Gratis

Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga hal, yakni bangkit, tangguh dan berdaya saing.

Semangat bangkit diwujudkan melalui pemulihan UMKM yang menghadapi tekanan ekonomi maupun dampak bencana. Sementara ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi serta perluasan pasar.

KKI 2026 sendiri menghadirkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Sebanyak 44 rangkaian kegiatan turut digelar, mulai dari business matching, talkshow ekonomi dan keuangan inklusif berkelanjutan, showcase UMKM unggulan hingga pagelaran karya kreatif.

Di tengah ratusan peserta tersebut, UMKM binaan KPwBI Tegal membawa wajah ekonomi kreatif kawasan pesisir Pantura, khususnya wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Baca Juga: Rekonstruksi 17 Adegan Penganiayaan Maut Kota Pekalongan

Baca Juga: Keprihatinan Direktur Perumda Tirtayasa Dorong Optimalisasi Rogoselo

Bagi KPwBI Tegal, sebut Bimalam, capaian transaksi pada hari pertama KKI 2026 menjadi modal penting untuk membawa UMKM binaannya terus naik kelas.

Bank Indonesia KPW Tegal, melalui KKI 2026 juga memperkuat ekosistem UMKM agar mampu bangkit melalui peningkatan kapasitas, tangguh dengan struktur usaha dan pembiayaan yang berkelanjutan, serta berdaya saing lewat inovasi dan akses pasar yang semakin luas.

Lebih lanjut diungkapkan, ragam wastra yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

 

Rumah Batik Cahyo, misalnya, mengolah motif klasik Pekalongan dengan sentuhan pengaruh budaya Tionghoa dan Arab. Sementara Batik Dudung menghadirkan inovasi motif kontemporer seperti Parang Indonesia Raya.

Maestro Batik Indonesia tersebut juga dikenal sebagai salah satu pelopor pengembangan batik dengan pewarna alami sejak 1990 serta memiliki peran dalam proses pengusulan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2009.

Baca Juga: Dokter RSUD Bendan Juara 1 Medis Tanggap Bencana

Baca Juga: Kasus Korupsi PDAM Kota Pekalongan, Fakta Akan Dibongkar

Kreasi lain hadir dari Zuki Batik Tenun yang memadukan batik tulis dengan tenun sulam bertekstur timbul menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Sementara Indigo Makers membawa konsep batik dengan 100 persen pewarna alami indigo yang dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan ramah lingkungan.

Perada Batik turut memperkaya pameran dengan perpaduan motif klasik dan desain modern. UMKM ini juga menggunakan material ramah lingkungan sekaligus melibatkan sekitar 350–400 perajin lokal dalam proses produksinya.

Adapun Batik Rifaiyah Batang menawarkan karakter berbeda melalui motif dan teknik batik tulis tradisional yang sarat nilai spiritual. Pada 2025, Batik Rifaiyah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Beragam karya tersebut menunjukkan bahwa wastra dari wilayah Pantura bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi komoditas kreatif yang menarik perhatian pasar.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
KPwBI Tegal UMKM wastra umkm bank indonesia Bank Indonesia Tegal